Yayan Suryana, Luqman Hakim, Irfan Fauzan adalah Tiga Santri Pelopor Herbal Chicken Resto

Rasa sedih dan letih tak bisa disembunyikan dari wajah Yayan Suryana dan Luqman Hakim ketika pertama kali merintis peternakan ayam herbal di Purwakarta, Jawa Barat. Alumni Gontor tahun 1995 ini tak bisa menebak apakah dengan usaha ini keduanya akan sukses atau justru menambah kegagalan yang sebelumnya dialami keduanya. Yayan Suryana pernah bekerja selama 10 tahun di sebuah perusahaan ternak ayam broiler di Purwakarta, Jawa Barat. Pria yang memiliki jabatan terakhir sebagai manager marketing itu keluar gara-gara perusahaan itu bangkrut. Sedangkan Luqman Hakim adalah salah satu alumni Fakultas Syariah di Universitas Al-Azhar Kairo bergelar sarjana (LC) yang setibanya di Indonesia belum menemukan usaha yang tepat untuknya.

Tapi pria kelahiran Jombang, 27 Januari 1975, ini pernah merintis bisnis barang antik, bisnis kesehatan, training (pelatihan) tapi tak ada hasil yang memuaskan. Hanya skill memasak yang belum pernah dicobanya. Skill itu diperoleh saat kuliah di Mesir, dimana waktu libur musim haji Luqman sering pergi ke Arab Saudi untuk bekerja di restoran. “Berbekal pengalaman sebagai koki setidaknya bisa menjadi modal usaha,” ujar pria yang pernah menjadi koki restoran kurang lebih 3 tahun ini. Suatu ketika Luqman bertandang ke tempat peternakan Yayan di Purwakarta untuk menjajaki peluang kerjasama di bidang peternakan ayam herbal. Menurut Luqman selama ini masyarakat belum banyak mengenal ayam herbal yang bisa menjadi alternatif menu sehat, enak dan bermanfaat. Ide ini langsung disambut positif oleh Yayan yang percaya dengan kemampuan sahabatnya itu.

Pada tahun 2011 keduanya sepakat menyewa kandang yang mampu menampung ayam 10 ribu. Pada panen pertama, hasilnya belum maksimal tapi Yayan tetap memberanikan diri untuk meningkatkan kapasitas ternak ayam herbal menjadi 20 ribu ekor. Ia menjalin kerjasama dengan Balai Penelitian dan Peternakan (Balitnak) Bogor untuk pengontrolan, perawatan dan pemberian pakan dengan ramuan alami (herbal). “Pada panen kedua hasilnya meningkat hanya saja tidak dibarengi dengan pemasaran maksimal sehingga produk tidak terserap keseluruhan di pasar,” tuturnya.

Untuk meningkatkan daya serap di pasaran, ayam herbal ini ditawarkan kepada beberapa mitranya. Waktu itu belum ada Yayan Suryana, Luqman Hakim, Irfan Fauzan Tiga Santri Pelopor Herbal Chicken Resto Nasib tidak bisa ditebak, untung belum tentu bisa diraih itulah gambaran tiga alumni Gontor yang merintis usaha ayam herbal. Namun pelan tapi pasti mereka mampu membuktikan dirinya sebagai pelopor makanan sehat berkualitas dan menawarkan jalan sukses di dunia entrepreneurship. branding Herbal Chicken Resto (HCR), sehingga sempat muncul outlet yang menjual ayam segar dan ayam goreng krispi dengan beberapa merek. Namun lagi-lagi mereka
melihat beberapa brand ini tidak maksimal melakukan penetrasi pasar sehingga keduanya sepakat untuk membuka outlet Herbal Chicken Resto (HCR) pertama di Purwakarta, Jawa Barat.

Forbis IKPM Gontor
Iklan Forbis

Nasib tidak bisa ditebak, untung belum tentu bisa diraih itulah gambaran tiga alumni Gontor yang merintis usaha ayam herbal. Namun pelan tapi pasti mereka mampu membuktikan dirinya sebagai pelopor makanan sehat berkualitas dan menawarkan jalan sukses di dunia entrepreneurship.

Outlet yang berdiri pada tanggal 1 April 2013 ini pada dasarnya hanya eksperimen. Saat pembukaan outlet, diundanglah beberapa alumni Gontor untuk mencicipi masakan ayam herbal krispi ala Chief Luqman.
Rasa dan aromanya pun menggugah selera pengunjung termasuk salah satunya Irfan Fauzan alumni Gontor tahun 1996. Singkat cerita ketiga sahabat ini sepakat menaman saham dan membagi tugas mengembangkan usaha peternakan ayam herbal dan kuliner dibawah bendera PT Elha Perkasa. Yayan Suryana bertugas dalam operasional mulai dari pengelolaan ternak, mengatur penentuan outlet dan survey lokasi baru. Luqman Hakim berperan dalam bidang research and development, menyiapkan bumbu, mengembangkan menumenu tambahan dan melakukan training. Sedangkan Irfan lebih pada desain, promosi dan brand image. Kehadiran Herbal Chicken Resto (HCR) dilatarbelakangi dari berbagai hal di antaranya banyak beredar ayam broiler yang masih diragukan dari sisi kesehatan dan kehalalannya. Hal ini karena banyak ditemukan ayam broiler yang mengandung antibiotik, bahan baku pakan yang tidak halal, vaksinasi dan cara pemotongan yang masih diragukan. Selain itu HCR mengenalkan produk ayam herbal yang bisa menjadi alternatifmenu halal dan sehat bagi masyarakat dengan harga ekonomis yang dikelola secara profesional. Pelan dan pasti usaha kemitraan ini mendapat sambutan dari berbagai kalangan. Di antaranya Pimpinan Pesantren al-Ihsan Bandung yang membuka outlet di area pesantren, mantan manager bank swasta di Indonesia bergabung menjadi master Herbal Chicken Resto di wilayah Bogor dan seorang pengusaha dari
Surabaya yang membawahi beberapa wilayah di Jawa Timur.

Saat ini outlet HCR menyebar ke 66 titik wilayah di Indonesia seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Purwakarta, Sumedang, Bandung, Surabaya, Bali, Pekan Baru, Banjarmasin, Riau serta beberapa daerah lainnya. “Soal rasa, harga dan kualitas, Herbal Chicken Resto berani diadu dengan produk sejenisnya,” ujar Yayan alumni ISID tahun 1999 ini. [AHMAD MUHAJIR]

Sebelumnya

H Farouk Budi SE: Broker Asuransi yang Peduli Anak Yatim

Sesudahnya

Gilang Hardian Santri Gontor yang mampu membawa helm sampai go Internasional