Langkah Bisnis Tanpa Riba

TENTANG LANGKAH BISNIS TANPA RIBA

Pertama saya mau menyampaikan sesuai tema pembuka, Insya Allah kita semua sdh mafhum hukum RIBA is Haram

Saya juga belum bebas riba, tapi setidaknya kita harus meyakini haramnya riba dan berjalan menjauh darinya

Sebelum kepada bagaimana melangkah kepada Bisnis tanpa riba.. saya mau sharing dl bagaimana beratnya terjerat Riba..

Singkat saja.. saya pernah melakukan kesalahan besar yg dengan sharing ini mudah2an jadi pelajaran untuk tidak dialami oleh hadir disini:

1.Usaha saya mulai dengan riba, belajar berhutang pertama umur 19 tahun, tahun 1998 atau 2 tahun sejak keluar PLMPM dgn angka Rp 7,5jt dan langsung macet. Yang dilakukan terus nambah dikit s.d 2004

Mulai 2004 masuk “Gua” hutang..

2004 = 1 M

2006 = diats 50 M

2009 = macet total lebih dr 156 M

2011= Dipailitkan di pengadilan Niaga melawan 56 Kreditor, dilaporkan di beberapa polres, di 2 Polda

2009 Alhamdulillah sdh mulai diberi hidayah, 2011 masalah memuncak itu Insya Allah jalan dari Allah..

Mulai kebangkitan baru.

2.Sayang 2012-2015 saya melakukan kesalahan kedua:

Tidak lagi berhutang ke Bank Riba, tapi berhutang ke Bank Syariah padahal semestinya gak perlu…

Dapet award “Young Entrepreneur of the Year 2006” dr Ernst & Young ngalahin Hary Tanoe.

Tenar.. bs ngumpulin massa 50rb saat usia belum 30 tahun..

Tapi itu semua bukan kebanggaan, TAPI KESEDIHAN… gak ada yang bisa dan pantas dibanggain,

Semuanya Kejayaan Semu.

Gelontoran Hutang Riba menyembunyikan KEBOBROKAN manajemen usaha.

KERAPUHAN fundamental bisnis.

Terlihat meroket, padahal sejatinya merugi..

Merugi dunia akherat

Saat itu… saat dalam gelontoran riba itu, orang di subang bisa tidak tahu bupatinya siapa, tapi nyaris gak ada yg gak pernah denger nama ane

2009 jatuh stop total

Mulai tekanan muncul.

Mulai bikin masalah berhutang ke temen2 dst.

2009 s.d 2011 sengsara banget

Hampir gak pernah pegang uang sd 2jt lebih dr 2 hari selama 2 tahun.

 

TAPI SAYA BAHAGIA

banyak yang berbela sungkawa… padahal saya sunggup bahagia dan merasa MERDEKA

tidak perlu lg bikin laporan keuangan palsu ke bank

Tidak perlu lagi pura2 depan media..

Tidak ada lagi orang2 menjilat..

Menghormat berlebih..

Dan paling penting… saya punya waktu yang sebelumnya hanya bergumul dengan uang, hutang dan masalah.

Karena lama tdk dibayar, mulai ada rekanan melapor di polres subang, tangerang, polda jabar, polda kaltim

Harus melaporkan orang di polda metro

Itu yg saya ingat..

Tapi yg terberat adalah di Pailitkan, itu proses gugatan hukum paling melelahkan, walau itu adalah cuma perdata tapi lebih stressful daripada pidana…

Jadi dari 2009 s.d 2011 itu tampaknya saya jatuh bangkrut.. sejatinya Allah menunjukan sayangnya, nyadarin saya, juga ngasih petunjuk dan jalan kepada yang lebih benar…

 

TITIK BALIK IS 2011

Penyebab titik balik:

1.Alhamdulillah Allah beri ketabahan dan kesadaran atas kekhilafan ttg riba

2.Alhamdulillah saya benar2 pasrah terhadap ketetapan Allah.

3.Saya benar2 bertanggung jawab terhadap hutang dan sungguh niat melunasinya walau uangnya tdk

sepeserpun lg di saya dan kebanyakan ketipu dimakan

orang

4.Saya sangat yakin dengan Hadits bahwa “Barangsiapa berhutang dan berniat melunasinya, Allah akan melunaskanya”

5.Saya yakin sekali Allah akan memberi rezeki untuk membayar hutang itu. Walau saat itu harta cm 40 milyaran Hutang 156 milyar itu cm yg muncul pengadilan

Saya yakin sekali saya akan mampu bayar.. hanya tidak tahu kapan waktunya dan harus jalani proses “pencucian” dan ikhtiar yang maksimal

Di pengadilan saya sampaikan kepada 56 Kreditur:

“SAYA AKAN BAYAR LUNAS HUTANG KALIAN, Bagaimanapun caranya”

Walau sekarang belum lunas.. tapi sdh berkurang banyak.. mohonĀ  doa sbelum 30 Dzulhijjah tahun ini hutang ana LUNAS SEMUA

5 JUNI 2011: 56 Kreditur sepakat dengan proposal ana

7 Juni 2011: Kesepakatan damai di HOMOLOGASI/ Disahkan pengadilan

12 Juni 2011 (5 hari dari damai)

Saya ingat itu hari jumat

Allah tunjukkan bukti pertama bahwa kuasa Allah diatas sangkaan kemampuhan manusia:

“SAYA MEMBELI TAMBANG DARI SEORANG CHINESE HARGA Rp 8,5 Milyar

Tanpa DP, tanpa modal Rp 10jt pun

Saya jual di hari yang sama

Di kantor yang sama

Pakai Notaris yang sama

Beda jam doang

Saya jual 70% nya sbeharga

USD 5jt X Rp 8.900 = Rp 44,6 Milyar= Untung Rp 36 milyar šŸ˜€= Kalau pelihara ayam mesti 36jt ekorĀ  perlu bertahun2

Dari situ Allah tunjukkan bahwa kalau kita cari untung belum tentu untung\

Kalau kita dianggap Allah pantas untung, tanpa susah juga Insya Allah untung

Saya dapat keuntungan itu berkah darimana = Silaturahim

 

Selama terpuruk:

1.Saya selama ada uang lebih dr 500rb selalu pergi ke Jakarta menemui siapa saja teman tanpa pernah cerita kesulitan, Jaga kehormatan bro…

2.selama uang sy cukup utk bayar bill selalu saya yg bayar, jaga haibah dunk, jadi org percaya kita

3.Dgn silaturahim kpd org yang dipercaya investor saya dlm transaksi tadi, yg mau beli tdk pernah lihat s.d sekarang .

Selanjutnya setelah itu.. Ana dapat aset “Gratis” semua, tanah milik 1000 ha

harga sekarang 25 Milyar dl beliĀ  harga 2 milyar tapi

Modalnya cm 35jt

 

Kongklusi ttg bebas riba:

BERMUSYAROKAH

Ada 3 cara :

1.”CARA BERPARTNER: MUDHARABAH DAN MUSYAROKAH”

2.”CARA MENGEMBANGKAN ASET DENGAN MODAL SILATURAHIM DOANG”

3.CARA LEPAS DARI HUTANG DAN NGADEPIN DEBXOL

 

Closing Statement :

“Percayalah, bahwa keberhasilan itu bukan semata karena usaha kita, apalagi hanya karena keinginan kita…

Keberhasilan itu akan ajaib hasilnya jika kita lebih taat dengan aturan Allah daripada hasil pemikiran kita yg banyak dipengaruhi hawa nafsu.

Keberkahan itu, saat hasil yang kita dapatkan jauh melampaui usaha yang kita lakukan..

Maka carilah keberkahan, dan keberkahan itu ada dalam kerjasama yang saling menguntungkan.”

Demikian notulasi ta’lim bertema Langkah Bisnis Tanpa Riba

Terima kasih kpd *ustadz Asep Sulaeman Sabanda* yg berkenan utk berbagi ilmu dan pengalaman jatuh bangunnya Melawan Riba

Semoga kita dapat mengambil hikmah dan pelajaran agar kita smua Terhindar dari Bahaya Riba

Amiin..

Metode diskusi:

Tidak ada diskusi
Sebelumnya

Produsen Cemilan Khas Tasikmalaya LAZIZA

Sesudahnya

Manajemen Perubahan

Terkait