Trik dan strategi pembiayaan perbankan

β˜πŸ˜ƒ *Analisa 5C Calon Nasabah Pembiayaan :*

🎎 CHARACTER

πŸ“œ Tanggung jawab terhadap kewajiban (willingness to pay)
πŸ“œ Kebiasaan pribadi
πŸ“œ Kejujuran

🎎 CAPITAL

πŸ“œ Struktur Modal
πŸ“œ Debt to Equity Ratio
πŸ“œ Asset to Liabilities

🎎 CAPACITY

πŸ“œ Kemampuan Manajerial
πŸ“œ Kemampuan teknis, seperti produksi, pemasaran
πŸ“œ Kemampuan usaha (aspek keuangan)

🎎 COLLATERAL

πŸ“œ First way out – Usaha itu sendiri
πŸ“œ Second way out – Agunan/Asset

🎎 CONDITION

πŸ“œ Kondisi ekonomi yang mempengaruhi perusahaan/usaha.

β˜πŸ˜ƒ Tujuan Pembiayaan :

🎎 Modal Kerja (Peningkatan Piutang / Persediaan)
🎎 Investasi (Peningkatan aktiva tetap)

β˜πŸ˜ƒ Segmentasi Bisnis :

🎎 Corporate, > 50 M
🎎 Commercial, s/d 50 M
🎎 Retail, s/d 5 M
πŸ‘‰πŸ» Small Medium Entreprise
πŸ‘‰πŸ» Consumer
πŸ‘‰πŸ» Mikro

πŸ’° Pembiayaan Rekening Koran πŸ’³

Produk ini biasanya lebih cocok buat memenuhi kebutuhan modal kerja yg terus berulang. Seperti untuk persediaan barang dagangan.

Skema akadnya ada yg menggunakan musyarakah, jd ada porsi modal dr masing2 pihak dan bag hasil di periode setiap bulannya.
Seperti produk pembiayaan yg lain kalo persyaratan sama saja.

Sesuai rukun musyarakah salah satunya tentu ada usaha yg prospektif dan profitable. Fleksibilitas produk prk dimana debitur bisa leluasa menggunakan dana sesuai plafond yg diberikan. Di prk ini mekanisme pemakaiannya menggunakan rekening giro, jd cukup mengeluarkan warkat giro maka dana bisa dibayarkan ke supplier misalnya

Jadi seperti ready cash yg setiap saat bisa digunakan..porsi perhitugan bagi hasil dr dana yg terpakai. Jangka waktu yg diberikan biasanya hanya 12bln tp bs diperpanjang. Maksimal plafond yg bs diberikan bisa tergantung pada capacity usaha nya namun biasanya lebih kepada nilai agunan yg dijaminkan.

Dr pengalaman, yg sering menggunakan prk itu tipe usaha yg day of account receivable nya tinggi dimana pengusaha butuh modal untuk pengadaan persediaan atao bs jg sebaliknya

Metode diskusi: Open Discussion

SESI TANYA JAWAB*

Pertanyaan 1,
Ustadz Abdul Jalil Hawary,
Tangerang

Kalau skema pembiayaan non riba itu bentuknya spt bank jual paket modal usaha kpd nasabah (a’dlo) s hrg Rp 100 [misalnya], d angsur Rp 10 x 12 bln, keduanya ‘an tarodlin, syar’ikah itu…

Jawaban :
Kalo sebuah proses di nilai apakah syar’i atao tidak minimal kembali ke rukun nya bila terpenuhi.

Dlm skema syariah seperti jual beli, disahkan penjual menambahkan dari harga pokoknya sebagai keuntungan. Apakah pembayarannya akan dilakukan sekaligus atau bil ajil diperbolehkan.

Pertanyaan 2
Ustadz Amir Fauzi
Bandung

Produk apakah yg dimaksud, Bank mana, Nama produknya apa? Sudah bisa diakses sekarang? Apakah ini bmt tamzis?

Jawaban :
Yaa..nama produknya pembiayaan rekening koran syariah..sy kira di semua bank sdh banyak yg menawarkan produk ini.

Pertanyaan 3
Ustadz Bahar Harahap
Yogyakarta

Ana sebenarnya belum tau apa bedanya perbankan syariah dgn konvensional,.bisa dijelaskan gak ustad ? Baik sistem dan mekanisme dan manajemennya, syukron

Jawaban :
Di banking practice hampir semua produk yg ada disemua perbankan, yg bisa dijelaskan secara sederhana mungkin salahsatunya dr cara menghitung revenue yg dibagi antara bank dan investor. Bisa jadi nabung di bank a dan di bank b hasilnya gak jauh beda

Seperti yg sy singgung td memang tipis sekali perbedaan bahkan org bisa mengklaim saja aja kok. Kalo kita menghitung matematika pasti sama..gak usah bicara akad lah toh di toko sebelah jg pake akad..
Tp esensinya menurut sy adalah sumber dan cara mendistribusikannya.

Pertanyaan 4
Ustadz Misbakhuddin
Pekalongan

Klu kartu kredit kita gunakan buat modal usaha gimana hukumnya..karena kita sering ditawarin..buat nambah2 modal..makasih tadz..

Jawaban :
Ust misbakhun kalo sy sih tdk menganjurkan kk digunakan untuk modal usaha krn beda peruntukan…meski kalo secara hukum sdh ada kok kk syariah.

Pertanyaan 5
Ustadz Tony
Jakarta

Pinjaman harus pakai badan hukum atau personal
Mengingat usaha msh H rumah an. Tambahan asset berupa apa?, Bergerak kah atau non yg menjd agunan?

Jawaban :
Tidak harus berbadan hukum. Agunan bisa bergerak atau non.

Pertanyaannya 6
Ustadz Muchtar Hidayat Permana
Jakarta

1) jaminan atau agunan brp apa,
Aturan prk apakah sudah sesuai dgn ojk?
2) bila ada yg telat bayar apa sanksi nya? Kalau denda atau bunga apa tdk masuk riba? Bahkan kalau ada yg kridit macet bagaimana meknisme nya apakah sama seperti per bank an konvensional??

Jawaban :
Ketelambatan pembayaran kewajiban pasti ada denda dan dibukukan sebagai dana kebajikan.
Treatment atas pembiayaan bermasalah sama tadz endingnya kalo gak bs bayar eksekusi jaminan.

Pertanyaan 7
Ustadz Ali Basuki Rahmat
Bekasi

“Apakah produk pembiayaan yg ditawarkan oleh narsum itu semacam KMK (Kredit Modal Kerja) di Bank konvensional.”

Jawaban :
Iya

Pertanyaan 8
Ustadz Aruman
Tangerang

Bank yg ust ali tangani skrg ini bisa ga anggunannya dg spk pekerjaan ? Klu bisa, Perusahaan mana sja yg bisa spk nya sbgi anggunan ?
Trs brp % bsnk bisa ksh pinjaman dr nilai SPK ?

Jawaban :
Setau sy ttp hrs ada jaminan fixed asset, tp kalo di bank sebelh ktnya bs..itu tergantung risk appatite bank masing2
Spk dr perusahaan yg sdh tbk lebih “disukai” biasanya ya

Pertanyaan 9
Ustadz Rian
Bandar Lampung

Aslkm, mw tanya klw di syariah untuk refinancing tanah dan bangunan ada gk skema yg sma?

Jawaban :
Kita definisikan dl y refinancing itu apa..disini jarang sekali ada pake skema itu..afwan πŸ™

Pertanyaan 10
Ustadz Bahar Harahap
Yogyakarta

Salah satu prinsip ekonomi syariah adalah profit sharing dan loss sharing.

Sistem profit and loss sharing dalam pelaksanaannya merupakan bentuk dari perjanjian kerjasama antara pemodal (investor) dan pengelola modal (enterpreneur) dalam menjalankan kegiatan usaha ekonomi, dimana di antara keduanya akan terikat kontrak bahwa di dalam usaha tersebut jika mendapat keuntungan akan dibagi kedua pihak sesuai nisbah kesepakatan di awal perjanjian, dan begitu pula bila usaha mengalami kerugian akan ditanggung bersama sesuai porsi masing-masing.

Pertanyaannya :
Apakah di perbankan syariah juga berlaku hal sperti ini, ketika debitur dalam menjalankan usahanya kemudian mengalami kerugian, sedangkan modal kerja bersumber dari perbankan syariah juga mau menanggung kerugian

Jawaban :
Secara teori iya..tp sayangnya dlm praktek pasti tidak seindah teori. Kita tau kalo modal yg disalurkan bank ada dana pihak ketiga yg setiap saat akan ditaris oleh empunya.

Tanggapan :
Secara teori iya..tp sayangnya dlm praktek pasti tidak seindah teori.

Pertanyaanya :
Apakah statemen tsb berarti perbankan syariah sendiri blm menjalankan prinsip syariah sesuai fiqh Islam ?

Jawaban :
Sy bs bilang iya tp ini pendapat pribadi sy ya. Makanya ada second way out seperti eksekusi jaminan untuk mengembalikan pokok modal. Sy pkir kita harus bisa bijak jg melihat dari dua sisi..bayangkan kita sebagai nasabah simpanan dan disisi lai kita sebagai nasabah debitur.

Pertanyaan 11
Ustadz Amir Fauzi
Bandung

Apakah antum bisa kasih referensi bank syariah yg trusted?

Sy gk terlalu suka dg bank syariah gara2 ada kawan alumni yg melarang.

Anekdotnya seperti ini:
Jangan sekali2 pinjam dana k bank!
Pinjam ke Bank konvensional itu dosa karena ada unsur riba. Apalagi k bank syariah, dosanya double krn sistemnya masih ada unsur riba, eeh ngaku2 sesuai syariat… 😒

Pusing juga sy dengarkan nasehat kawan sy itu..

Tanggapan:
analogi yang sama ketika orang sudah terlanjur berenang ketengah kadang ketepian susah.

Sekilas Tentang Perbankan Syariah
By : Ustadz Amarullah
Ustadz Bahar Harahap

Bank Syariah berjalan karena ada Fatwa dari Dewan Syariah Nasional dan diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah

BS pertama didirikan tahun 1992 dan satu-satunya setelah banyak cobaan dan satu-satunya juga yang tidak menerima rekap atau BLBI dari pemerintah di tahun 1998, semua teori sudah dijalankan dan asam garam juga sudah dirasakan.

Menurut undang2 perbankan no.21 thn 2008 :

Pasal 1 Ayat (10)
Unit Usaha Syariah, yang selanjutnya disebut UUS, adalah unit kerja dari kantor pusat Bank Umum Konvensional yang berfungsi sebagai kantor induk dari kantor atau unit yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah, atau unit kerja di kantor cabang dari suatu Bank yang berkedudukan di luar negeri yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional yang berfungsi sebagai kantor induk dari kantor cabang pembantu syariah dan/atau unit syariah.
=======

Artinya perbankan syariah kedudukannya msh bersifat unit syariah dari sistem perbankan konvensional, mgkn krn belum punya Bank Indonesia Syariah sebagai induk perbankan syariah.

Masih butuh waktu lama direpublik ini utk menerapkan sistem ekonomi syariah. Perbankan syariah yg ada skrg mungkin baru sebatas embrio, sayangnya para praktisi perbankan syariah (karyawan) yg tdk faham ttg prinsip syariah menurut hukum islam. Mungkin alumni gontor perlu berbondong2 masuk bank syariah, dewan syariah nasional, MUI dll agar oenerapan ekonomi syariah benar2 syar’i, bukan hanya istilah saja atau sekedar atribut yg jauh dari esensi.

πŸ™πŸ»Wallahu’alam bisshowab πŸ™πŸ»

Sesudahnya

Empowering Corporate Culture with NLP

Terkait