Bluder Cinta: Menembus Dominasi Brand Legendaris

  • 11 Januari 2021
  • 215 views
Bluder Cinta: Menembus Dominasi Brand Legendaris Bluder Cinta: Menembus Dominasi Brand Legendaris

Forbis Entrepreneur Rising Star – Tidak banyak pasangan suami istri yang bisa berduet dalam sebuah bisnis. Mila Ponia dan Bachtiar salah satunya. Mila asal cimahi, alumni Gontor Putri Mantingan 1996.

Bachtiar asli Banyuwangi, keduanya bertemu dalam balutan kelembutan Bluder Cinta, produk kuliner favorit asal Madiun. Mila jagoan medsos dan rajin pameran, Bachtiar ahli dalam meracik resep Bluder sehingga terasa nikmat dan lembut.

Bluder adalah salah satu jenis roti yang berkembang pada era kolonial Belanda. Ciri khas roti ini adalah sangat empuk dan kalau disobek akan terlihat serat rotinya. Roti ini menjadi ikon kuliner kota Madiun.

Belum ada literasi atau penelitian yang menjelaskan mengapa roti bluder bisa sampai Madiun. Ada satu toko roti bluder legendaris di Madiun yang berdiri sejak tahun 1989. (food.detik.com)

Ibarat Kisah Daud kecil mengalahkan Jalut si Raksasa, Bluder Cinta sebagai pendatang baru berusaha menembus dominasi brand legendaris disana. Kendatipun baru menginjak tahun kedua, Bluder Cinta sebagai sebuah brand roti bluder sudah cukup dikenal.

Hal ini tidak lepas dari kepiawaian Mila Ponia dalam strategi marketing melalui media social. Saat ini sudah bertengger di posisi 2 kategori bluder dengan penjualan ribuan pcs, kategori penjualan roti se Indonesia no.7 versi Shopee.

Penjualan hariannya bisa mencapai 1.500 pcs per hari atau 150 Box, yang dikirim ke seluruh penjuru nusantara, dari Jakarta, Bali, Makasar dll. Dengan kemudahan cargo pengiriman, produk kuliner ini bisa bertahan sampai 6 hari. Hal ini sangat membantu dalam distribusi pengiriman, untuk memenuhi permintaan pelanggan yang penasaran dengan Bluder Cinta.

Bluder Cinta: Menembus Dominasi Brand Legendaris
Bluder Cinta: Menembus Dominasi Brand Legendaris

Bluder Cinta adalah sebuah jawaban dari sebuah tekad hijrah yang diikrarkan oleh pasangan suami istri ini. Sebelumnya Mas Bachtiar bekerja di sebuah Lembaga pembiayaan kredit/leasing.

Semakin hari, muncul rasa kurang nyaman bekerja di bidang yang dirasa agak abu-abu. Semakin kuat keinginan untuk hijrah, meninggalkan segala kenyamanan materi yang didapat.

Kendati belum mendapatkan pekerjaan pengganti, Bachtiar tetap bertekad untuk keluar dari pekerjaan yang selama dijalani. Sampai pada akhirnya menemukan gagasan untuk membuat olahan roti berbentuk Bluder.

Sebelum focus di Bluder Cinta, Mila sudah menjalani bisnis hijab. Leela Hijab. Sejak 2009. Puncaknya di tahun 2011-213 sering mengikuti berbagai pameran, menjadi mitra binaan dari berbagai dinas, BUMN, Telkom dll. Mila juga sangat melek medsos.

Sejak zaman Blackberry, Mila sudah memanfaatkannya untuk marketing penjualannya. Mendapatkan banyak reseller via online. Punya belasan ribu follower pada masa itu, sesuatu banget.

Kendala justru datang dari sisi produksi. Produksi sangat bergantung pada SDM. Sementara pengelolaan SDM belum optimal, sehingga order keteteran, konsumen mulai berkurang karena lambatnya supply, serta berbagai problem internal lainnya.

Saat ini Leela Hijab masih berjalan, hanya tidak optimal seperti sebelumnya.

Mila dan Bachtiar mendapatkan semangat baru di Bluder Cinta. Ada asa dan harapan dari mainan baru ini. Terlebih bisnis kuliner, produk oleh-oleh, sebagai salah satu industri kreatif, sedang digalakan oleh pemerintah.

Maka, Bluder Cinta menjadi salah satu industry UMKM andalan kota Madiund dan Pemprov Jawa Timur dalam berbagai event pameran. Saat ini sudah hadir portal pemesanan produk UKM Jawa Timur : M-Biz Market.co.id (Jatim Bejo) berbasis web.

Pemda diwajibkan belanja melalui m biz market ini untuk membantu para pelaku UKM daerah.

Dalam sebuah kesempatan berkunjung ke Gontor, saya sempatkan untuk mampir ke rumah produksi Bluder Cinta di Madiun. Sore menjelang malam. Sambil mencicipi bluder hangat dan secangkir teh tawar, saya mulai bercerita. Kali ini saya bicara pelan-pelan.

Berbeda dengan intonasi bicara saya ketika bertemu Wahyuddin, pengusaha Pempek di Ponorogo beberapa waktu lalu.

Saya awali pembicaraannya dengan sebuah pertanyaan. Apa target Bluder Cinta kedepan? Mila pun seperti kaget mendapat pertanyaan ini.

Lalu spontan menjawab dengan gaya kebanyakan pengusaha pemula. “Target saya tidak muluk-muluk. Anak bisa kuliah lebih tinggi, bisa memberangkatkan kedua orangtua berhaji, membuka lapangan pekerjaan bagi sekitar”.

Apa yang disampaikan Mila tidak salah. Tapi belum mencerminkan sebuah visi usaha kedepan.

Sebuah bisnis/usaha, harus memiliki visi misi kedepan yang jelas dan terarah. Ini penting. Agar arah dan tahapan bisnis kita menjadi jelas dan terstruktur. Jika arah bisnis kita belum jelas, bagaimana kita bisa membuat evaluasi dan menilai progresnya?

Untuk mempermudah arah dan mendeskripsikan visi misi bisnis kita secara lebih detail, kita bisa memakai konsep role model.

Role Model adalah sebuah gambaran ideal yang kita inginkan untuk diri kita di masa depan. Bisnis yang kita jalani saat ini pastinya bukan sesuatu yang baru sama sekali. Sudah ada model bisnis yang berjalan dan sukses.

Nah, kita coba mencari satu model bisnis yang kita impikan, berdasarkan pada keberhasilan sebuah bisnis yang sudah ada. Ini Namanya role model. Sehingga kita bisa Amati, Tiru, dan Modifikasi (ATM) berbagai hal penting dari keberhasilan yang diraih oleh role model tersebut.

Bluder Cinta harus punya Visi Misi Bisnis yang kuat. Ini akan menjadi pondasi, pijakan, sekaligus spirit untuk perjalanan bisnis yang Panjang. Bluder Cinta bukan sekedar penjual roti atau produksi roti jenis bluder.

Bluder Cinta kedepan harus menjadi sebuah brand terpercaya bagi sebuah produk olahan makanan, khususnya produk oleh-oleh nusantara, yang dikenal di seluruh penjuru Indonesia, punya gallery / outlet yang tersebar di berbagai daerah. Ketika kita bekerja dan berkarya dengan kerangka mimpi yang besar, maka insya Allah kita akan bergerak ke arah yang tepat dan terarah.

Kedua, Jangan kelamaan jadi Pedagang. Segera shifting/beralih menjadi Pebisnis. Pedagang berbeda dengan Pebisnis, kendatipun produk yang dikerjakan sama.

Ini menyangkut mindset dan perilaku serta arah dan cara kita bekerja kedepan. Seorang pebisnis akan membangun kerangka bisnis kedepan dengan melihat berbagai potensi dan kekuatan, baik yang ada dalam dirinya maupun yang bisa ditarik dari luar untuk keberhasilan usahanya. Membangun system, menata management pengelolaan dengan baik, berfikir teknis sekaligus memikirkan hal-hal strategis kedepan.

Semoga Bluder Cinta menemukan jalan kesuksesan dengan modal cinta, kegigihan, kreatifitas, kerja keras, kebaikan yang ditebar, serta belajar tiada henti. (HAM, 110121)

Ditulis oleh: Agus Maulana
Ketua Umum FORBIS PP IKPM Gontor, alumni Gontor tahun 1992 dan sebagai pemilik bisnis bengkel Agus Lio Ban di Subang

Konten Terkait