Workshop Nasional FORBIS PP IKPM
Rabu, 8 Januari 2020 | 15.30 GMT+7
Sayuda Patria
Tim Redaksi

Surabaya - Setelah dilantik akhir Desember lalu, pengurus Forbis PP IKPM periode 2019-2024 segera memulai aktualisasi programnya.
Hal ini terlihat dari semangat para pengurus dalam mempersiapkan Workshop Nasional Forbis PP IKPM yang berlangsung di Surabaya, Selasa, 7 Januari 2020.
Workshop tersebut mengangkat tema “Pemasaran berbasis Media Sosial di Era 4.0” dengan narasumber Dr. Izul Fatawa, M.Pd. (G-2000) yang merupakan owner Satria Digital Surabaya, dan Munif Farid At-Tamimi, M.A, M.Phil. (G-2000) yang merupakan owner Jasmine Tour and Travel dan Jasmine Batik.
Acara tersebut terselenggara atas inisiasi Ketua Bidang I Keorganisasian, al-Ustadz Munif Farid At-Tamimi, yang menyediakan kantornya sebagai lokasi workshop. Workshop ini tidak dipungut biaya alias gratis dan dikhususkan bagi anggota Forbis yang hendak mendalami pemasaran berbasis media sosial.
Gayung bersambut, acara yang tadinya hanya menargetkan 25 orang, membludak menjadi 27 orang yang rerata merupakan pebisnis milenial. Mereka berasal dari berbagai daerah dengan peserta terjauh berasal dari Lombok, NTB.
Acara dimulai dengan melantik pengurus Forbis Wilayah Sidoarjo yang diketuai oleh Taufiq Kurniawan (G-2003) dan H. Heri Irawan (G-2004), kemudian dilanjutkan dengan materi workshop.
Walaupun acara tersebut berlangsung pada malam hari, yakni tepat pada pukul 19.30, namun hingga dini hari para peserta masih terlihat antusias mencermati materi yang disampaikan.

Pemateri pertama, Munif at-Tamimi, memberi penjelasan mengenai digital marketing yang terdiri atas 2 tahapan, yaitu 1) reach, dan 2) action. “Reach berarti seberapa banyak jangkauan orang yang melihat iklan kita di medsos, ketika jangkauannya luas, kita harus siap menjemput bola (action) dengan cepat,” jelasnya pada kesempatan tersebut.
Owner Jasmine Tour and Travel itu juga mewanti-wanti para peserta untuk selalu aware dengan keyword yang menjadi trend di google. Hal tersebut dapat dilihat melalui google trend yang dapat memberi gambaran dan data, keyword apa saja yang jamak dicari oleh masyarakat.
Pemateri kedua, Izul Fatawa, banyak mengupas tren bisnis zaman now dan memberikan pelatihan digital marketing.
Di akhir acara, para peserta sepakat untuk membuat wadah bernama Komunitas 4.0 Forbis, sehingga hal-hal yang belum sempat terdiskusikan pada saat acara dapat diteruskan melalui media sosial.
Para peserta pun bersepakat tiga bulan ke depan atau pada bulan April, mereka akan berkumpul kembali di Workshop Nasional Forbis Season 2 dengan jumlah yang lebih besar guna meng-upgrade bisnis melalui identitas keislaman yang berkarakter.
“Hal ini sesuai dengan hasil rapat kerja pengurus baru Forbis bahwa identitas kami adalah ‘USKM, usaha syar’i kecil dan menengah’, dengan demikian, siapa saja yang tergabung dengan Forbis, selain memiliki pengetahuan digital yang baik, juga berakhlak islami yang ditandai dengan semakin baik ibadahnya, semakin jujur bisnisnya, serta menjaga diri dari hal-hal yang dilarang dalam syariat Islam,” tutup Munif at-Tamimi. (SP)
Konten Terkait
FORBIS IKPM Gontor Bandung Raya Hadiri Grand Opening Mie Akup di Kawasan Kampus UPI Bandung

4 Perusahaan Anggota FORBIS IKPM Gontor Meriahkan Kegiatan Career & Education Fair (CEF) 4.0 Tahun 2025 di UNIDA Gontor

FORBIS IKPM Surabaya Perkuat Literasi Keuangan Alumni Gontor melalui Pelatihan Manajemen Keuangan di PT Delta Surya Solusitama

FORBIS HADIRI DO'A BERSAMA DAN SANTUNAN DHUAFA MENJELANG JAMBORE PRAMUKA MUSLIM DUNIA WMSJ DI CIBUBUR

Pimpinan Gontor Kunjungi Pesantren Bina Insan Mulia, Ribuan Santri Saksikan Harmoni Perpaduan Tradisi dan Modernitas
"Gontor adalah 'role model' pendidikan modern. Kontribusinya besar di Indonesia, satu-satunya pesantren yang mencetak tokoh ormas seperti Idham Chalid yang menjadi Ketua NU di usia 27 tahun," kata KH. Imam Jazuli.

