Ijazah Kiai Gontor ke Santrinya: Lanjutkan Main Bola!
Jumat, 7 Juni 2024 | 13.57 GMT+7
Husain Sanusi
Tim Redaksi

Forbis.id - Suatu ketika seorang santri berstatus guru cukup senior sowan ke Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor KH. Hasan Abdullah Sahal mohon ijin sekaligus minta doa melanjutkan kuliah S2 ke Pakistan.
Kiai Hasan langsung merestui sembari berkata, pergilah ke Pakistan dengan membawa sepatu bolamu. Santri terkejut mendengar pesan Kiai Hasan.
"Tapi Ustadz, saya pergi ke Pakistan untuk menuntut ilmu," kata santri. Kiai Hasan kembali menjawab "Wes to, gowoen sepatu bolamu (sudahlah bawa sepatu bolamu)," Kata Kiai Hasan.
Datang lagi santri kedua di waktu berbeda sowan ke Kiai Hasan untuk ijin pulang melanjutkan kuliah ke IAIN Bandung setelah menyelesaikan masa pengabdian di Gontor.
Santri ini pun mendapat pesan yang sama dari Sang Kiai "Lanjutkan main bola di Jawa Barat," kata Kiai Hasan.
Selang beberapa tahun dua orang santri ini kembali ke Gontor setelah menyelesaikan pendidikan. Santri pertama sukses raih gelar S2 di Pakistan dan bercerita sering diajak orang keliling Pakistan karena kehebatannya main bola.
Sementara santri kedua mengaku mendapat banyak kemudahan selama di Bandung karena keahliannya main bola.
"Dengan sepakbola, sekat-sekat yang sulit ditembus akan terbuka dengan mudah. Santri yang punya keahlian sepakbola harus tetap main bola. Begitu cara Gontor mendidik," kata Kiai Hasan.
Kisah ini terungkap ketia Kiai Hasan menyampaikan sambutan dalam acara opening DGS Annual Match yang dihadiri Foruma Olahragawan Darussalam (FORDA) di lapangan utama PMDG, Jumat (7/6/2024).
Dalam tradisi pesantren hubungan antara Kiai dan Santri akan selalu melekat hingga akhir hayat. Tradisi sowan, silaturahmi sering dilakukan untuk meminta doa dan restu dari Kiai.
Ada sebuah istilah di kalangan pesantren, meminta Ijazah kepada Kiai. Ijazah Kiai adalah satu bentuk perizinan dari para Kiai kepada para santri untuk mengamalkan satu amalan yang bermanfaat yang berkenaan dengan masalah-masalah duniawi atau masalah-masalah ukhrowiyah. Biasanya Ijazah ini dalam bentuk wirid, dzikir atau puasa dalam waktu tertentu yang harus dilakukan penerima ijazah.
Bisa jadi perintah bawa sepatu bola dan main bola dalam kisah di atas adalah ijazah Kiai Hasan kepada santrinya. Ijazah nya sebuah amalan agar main bola.
Dalam tradisi Gontor meminta doa Kiai sering dilakukan alumninya, Kiai biasanya membalas doakan kami juga. Inilah tradisi Gontor, saling mendoakan yang dilakukan dua arah bukan hanya dari Kiai ke santri tapi juga dari santri ke Kiai, karena kita semua menyadari hamba yang saling mendoakan akan cepat dikabulkan hajatnya oleh Allah SWT.
Konten Terkait
Puncak Kesyukuran Satu Abad, PMDG Terbitkan Panduan Teknis Reuni Akbar 100 Tahun Gontor

Rapat Koordinasi Forbis dan PP IKPM Bahas Pelaksanaan Forbis Expo dalam Rangka 100 Tahun Gontor

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid Pastikan WMSJ 2025 Aman dan Siap Diselenggarakan

Edukasi Bisnis Stand Expo Hingga Pengadaan Alat Komunikasi, FORBIS IKPM GONTOR Full Support Sukseskan Jambore Dunia 2025
Jakarta, 27 Juli 2025 — Forum Bisnis (FORBIS) IKPM Gontor terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kegiatan strategis berskala global yang mempererat ukhuwah Islamiyah dan semangat kebersamaan antar generasi muda. Hal ini ditandai dengan pertemuan resmi antara jajaran panitia World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) dengan Sekretaris Jenderal FORBIS, David Rusdianto, yang digelar di Kantor Majalah Gontor, Sekretariat Panitia Jambore Dunia. Dalam pertemuan tersebut hadir empat Ketua Panitia Jambore: Kak Aditya Warman, Kak Akrimul Hakim, Kak Zakianto, dan Kak Reza Azhari, serta Kak Yoga Yusuf selaku penanggung jawab Expo Jambore. Turut mendampingi pula perwakilan dari pengurus FORBIS dan tim panitia Jambore Dunia, yaitu Kak Fauzi Iriyanto dan Kak Fajar Shodiq. Jambore Dunia 2025 yang bertajuk World Muslim Scout Jamboree ini rencananya akan diikuti oleh lebih dari 15.000 peserta dari seluruh dunia, dan akan diselenggarakan pada 9–14 September 2025 bertempat di Cibubur Camping Ground, Jakarta. Ini menjadi momentum besar bagi para pemuda muslim untuk bertemu, belajar, dan berkolaborasi dalam semangat kepanduan, keislaman, dan pengabdian.

Kunjungan Rektor Azhar ke Gontor Ungkap Kedekatan Indonesia-Mesir: Cerita Prabowo Disambut Meriah 15 Ribu Mahasiswa di Al-Azhar Jadi Sorotan

