Empowering Corporate Culture with NLP

Empowering Corporate Culture with NLP

Seperti kita ketahui bahwa perusahaan yang mempunyai performa Budaya Kerja tinggi, rata-rata memunculkan beberapa keunggulan yaitu memperoleh pertumbuhan yang luar biasa, mampu memperlihatkan pertumbuhan karyawannya hingga 8 X lipat, dan pertumbuhan pendapatan perusahaan yang berlipat-lipat. Hal itu karena perusahaan berhasil membangun asetnya, baik aset fisik maupun aset non fisik (intangible asset).

Salah satu aset non fisik yang memiliki peran luar biasa penting adalah Corporate Culture atau biasa disebut Budaya Kerja Unggul. Bukan hanya itu Budaya Kerja yang unggul adalah modal “intangibles” perusahaan yang akan memperkuat perusahaan pada saat menghadapi kondisi yang sulit. Prof. Rheinald Kasali dalam bukunya _MYELIN, Mobilisasi Intangibles Menjadi Kekuatan Perubahan_ mengatakan perusahaan selain memiliki asset _tangibles_ mungkin saja memiliki aset _intangibles_ dalam rupa _skill_ dan pengetahuan SDMnya, namun skill dan pengetahuan tanpa Budaya Kerja yang unggul bagaikan kereta Jabodetabek, padahal kombinasi antara skill/pengetahuan plus Budaya Kerja yang Unggul bagaikan kecepatan kereta _Shinkansen_ di Jepang. Maka membangun _Corporate Culture_/ Budaya Kerja yang unggul adalah keharusan bagi perusahaan yang ingin melakukan lompatan prestasi

_Corporate Culture_ dibuat berdasarkan nilai-nilai yang diyakini benar oleh segenap anggota perusahaan dan selaras dengan Visi dan Misi perusahaan tersebut.

Fungsi _Corporate Culture_ antara lain adalah sebagai perekat sosial dalam mempersatukan anggota untuk mencapai tujuan perusahaan berupa ketentuan dan atau nilai-nilai yang harus diterapkan dan dilakukan oleh para anggota perusahaan.

Manfaat _Corporate Culture_ bagi perusahaan antara lain adalah dapat menciptakan SDM yang memiliki integritas, pengetahuan, keahlian/ketrampilan maupun sikap, perilaku dan moral yang baik sehingga mampu mendorong tercapainya Visi dan Misi. Sedangkan bagi karyawan, _Corporate Culture_ akan menjadi acuan/pedoman berperilaku dalam melaksanakan tugas, wewenang dan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sehingga mampu berperan memberikan kontribusi optimal terhadap pencapaian Visi dan Misi perusahaan.

Perusahaan yang memiliki budaya unggul memiliki ciri-ciri di antaranya:

💠 Komitmen karyawan terhadap tujuan perusahaan yang lebih tinggi dibandingkan komitmen mereka terhadap tujuan kelompok atau pribadi.

💠 Saluran komunikasi pada semua level pekerja menjadi sangat lancar dan cair.

💠 Komitmen manajemen puncak untuk menumbuhkan kebanggaan di kalangan semua karyawan.

💠 Karyawan memahami dan membanggakan identitas serta value perusahaan tempat dimana dia bekerja.

💭💭💭
Neuro Linguistic Programming

Atau biasa disingkat NLP, adalah pendekatan mutakhir dalam teknologi pemberdayaan manusia. Dengan seperangkat _presuposisi_ dan teknik-teknik praktis yang sangat efektif dan elegan, dapat diaplikasikan secara riil dalam berbagai bidang baik pekerjaan maupun personal. NLP terbukti memiliki kelebihan dalam hal mampu memberdayakan manusia dengan teknologi fungsi otak yang sangat cepat dan efektif, berdampak kuat terhadap peningkatan pengetahuan, perubahan sikap, pembentukan perilaku serta kebiasaan-kebiasaan positif untuk mencapai tujuan-tujuan yang luar biasa. NLP meyakini bahwa manusia memiliki 2 aspek pikiran yang saling menunjang dan jika kita mengerti bagaimana cara mengoptimalkannya maka ada banyak kesuksesan tertunda yang telah menunggu dan bisa dipercepat pencapaiannya.

2 aspek tersebut adalah _Conscious Mind_ (pikiran sadar) dan _Unconscious mind_ (pikiran bawah sadar) . Aspek pikiran sadar berada pada tataran pengetahuan, sementara aspek pikiran bawah sadar meliputi emosi, jiwa (soul),memory jangka panjang, spiritual, kebiasaan atau budaya, dll. Sebuah pengetahuan pada pikiran sadar yang mengendap sampai pada tingkat pikiran bawah sadar, akan menghasilkan kondisi yang dinamakan _Unconscious Competent_ kompetensi yang muncul secara spontan, inilah yang disebut kompetensi paripurna.

💭💭💭
Sistem Memory Bawah Sadar

Setiap memori yang tersimpan didalam otak manusia selalu disimpan bersamaan membawa emosi yg terkait dengan kejadian memori tersebut. Semakin tinggi intensitas emosinya, semakin kuat memori tersebut tertancap di simpanan bawah sadar dan semakin mudah memori tersebut dipanggil kembali. Kawan kita yg lucu dimasa sekolah lebih mudah diingat dibanding kawan-kawan kita yg biasa-biasa. Kita pasti masih ingat momen masa lalu yang emosional dibanding momen/kejadian2 yang biasa saja. Uniknya saat kita mengingat/bercerita kejadian yang emosional tersebut, biasanya tanpa sadar emosi tersebut terhadirkan kembali yg membuat suasana jiwa kitapun kembali merasakan emosi tersebut dan akhirnya mempengaruhi perilaku kita.

Inilah yang disebut _“anchoring effect”_. Lagu nostalgia, tempat-tempat bersejarah, atau benda-benda kenangan tertentu bisa menjadi _anchor_ bagi emosi tersebut.

Neuro : Saraf atau Otak, Linguistic ; Bahasa, Programming : Modifikasi. singkatnya ilmu yg mempelajari cara mengembangkan potensi manusia dengan modifikasi pikiran dalam bentuk kode2 bahasa pikiran, secara umum bentuk bahasa pikiran itu VAK : Visual (gambar), Auditory (Suara), Kinesthetic (rasa)

Jadi contohnya kalau kita memikirkan “ayam goreng”, yg muncul dlm otak kita nggak mungkin tulisan ayam goreng, tapi pasti gambar (visual) nya, atau suaranya, atau bau gurihnya.. karena itu bahasa otak menyimpan kata ayam goreng…
🍗💭😋

Memperkuat Budaya Kerja Unggul

Kembali ke Budaya Kerja Unggul (Corporate Culture) dimana kalau bukan karena begitu pentingnya tidak akan mungkin perusahaan-perusahaan besar terkemuka didunia menghabiskan sampai jutaan dollar untuk membangun Budaya Kerja Unggul di internal organisasi perusahaannya.

Budaya (culture) itu adanya di memory bawah sadar, sementara didalam NLP kita mempelajari bagaimana melakukan perubahan (programming) pikiran bawah sadar seseorang, maka penggunaan teknik-teknik NLP untuk mempercepat terbentuknya sebuah Budaya Kerja Unggul adalah ideal.

Berikut beberapa cara yang bisa mempercepat proses terbentuknya Budaya Kerja Unggul :

💠 Simbol-simbol yang kasat mata. Nilai-nilai dan keyakinan yang dimiliki diwujudkan dalam simbol-simbol yang lebih bisa dipahami oleh orang di luar organisasi, branding image seperti logo perusahaan, warna khas, nama perusahaan, cara berpakaian karyawan dan sebagainya.

💠 Tag line
Banyak perusahaan yang menunjukkan budayanya dalam bentuk bahasa seperti slogan, filosofi, moto dan bahasa percakapan. Gunakan pola penulisan dan pembuatan logo yang hypnotic. Misal ; tagline perusahaan diletakkan dipojok kanan atas atau kanan bawah dalam dokumen2 atau slide presentasi.

💠 Reward/penghargaan prestasi dengan menggunakan sesuatu yang kasat mata
Memberikan reward atas prestasi karyawan adalah sangat penting. Namun agar efek _“anchoring”_ menemukan tempatnya, maka sebaiknya reward tersebut dirupakan sesuatu yang mudah dilihat, pasti dipakai, dan bisa dipamerkan. Misalnya ; jam tangan, televisi, jaket, pin yang prestisius/ asesoris, dll.

💠 Ritual dan seremoni
Budaya perusahaan yang unggul dapat diciptakan melalui serangkaian acara-acara tertentu yang didesain dengan memberikan bobot manfaat kepada siapa saja yang hadir terutama karyawan perusahaan. Ritual tersebut dapat dibagi menjadi empat tahapan yaitu ritual penerimaan, ritual penguatan, ritual pembaruan dan ritual integrasi. Upayakan bahwa ritual ini akan meninggalkan pesan dan kesan emosional positive yang kuat bagi seluruh karyawan. Memberikan undangan kepada anggota keluarga karyawan yang akan menerima reward misalnya, akan meninggalkan pesan loyalitas bukan saja kepada karyawan yang bersangkutan, namun bisa jadi pesan itu akan merembet kedalam anggota keluarganya.

Note : belajar dari perusahaan MLM bagaimana mereka membangun Corporate Culture. Terlepas dari bagus tidaknya produk MLM, rata2 perusahaan MLM mampu membangun Corporate Culture dengan cepat melalui seremoni2 yang didesain “mampu dibanggakan”.

💠 Repetitive action
Adalah teknik yang paling dasar untuk menanamkan pesan kedalam pikiran bawah sadar seseorang. Meeting rutin, peletakkan slogan atau tagline ditempat yang sering dilihat, dll.

☝Perhatikan kata kuncinya, Budaya itu adanya di Pikiran Bawah Sadar. jika kita ingin karyawan atau tim kerja bekerja sesuai dg visi & misi perusahaan maka visi & misi perusahaan harus berhasil ditanam di pikiran bawah sadar tim kerja kita..

Saya ulangi tulisan ini, karena sangat penting agar kita faham konsep “Anchoring”

Sebagai contoh : bagi yang memiliki lagu kenangan indah, saya persilahkan sekarang mengingat kembali lagu tersebut… perlahan..anda sekarang pasti bisa merasakan kembali sensasi emosinya… mungkin ada yg tersenyum2 sendiri 😊

Itulah hebatnya “anchor” ketika kita picu maka dia akan memanggil kembali semua memory-nya, gambarnya, suaranya, bahkan sensasi emosinya..

Nah secara singkat, agar budaya kerja unggul bisa cepat tertanam dalam pkiran bawah sadar karyawan kita, maka saat membangun budaya kerja sertakan juga emosi2 yg positive, simbol2 serta cukup pengulangan..

Saya akan kasih contoh sebuah perusahaan yg pernah sy tangani, perusahaan kecil dg karywan tidak lebih dari 15 orang. Karena sedikitnya karyawan otomatis tdk ada struktur karir yg panjang, sehingga harapan karir karyawan pun pendek, yg membuat mereka hilang semangat. Mereka merasa karirnya akan begitu2 saja..

Maka sy minta perusahaan untuk membuat acara2 penghargaan, secara berkala, penghargaan. dan minta agar penghargaan diberikan dalam bentuk benda yg berharga yg bisa dipakai sehari2 dan dipamerkan..saat itu saya usulkan diberikan televisi 32″ bagi karywan terbaik.

Saat pemberiaan dibuat seremoni, dimana saya minta keluarganya dihadirkan agar anak istrinya ikut bangga melihat bapaknya naik panggung menerima penghargaan…

Walhasil setelah itu loyalitas terbangun bukan hanya dr bapaknya tapi juga keluarganya ikut loyal ke perusahaan, televisi mampu menjadi anchor positivenya, bisa dibayangkan setiap kali dia melihat televisi maka emosi positivenya terhadap perusahaan terbangun kembali, dan sangat mungkin dia ceritakan kepada teman2nya.. ☝😉

Sesi Tanya Jawab

1. Etos kerja ala gontor bisakah d terapkan dlm sebuah perusahaan?krn NLP N empowering bila d simak semua ada dalam etos kerja d gontor..

By Ustadz Zulfan Pahrudi

Jawaban :
Sangat bisa, ini contoh yang sangat menarik keberhasilan Gontor membangun Budaya Unggulan, adalah contoh hebat bagaimana Budaya Unggulan mampu melahirkan manusia2 yg potensial. ▪

2. Gontor mampu menerapkan NLP secara langsung tanpa disadari santrinya… apakah bisa NLP itu dipelajari secara langsung agar kita bisa menerapkan kesemua karyawan kita?

By Ustadz Fidyani

Jawaban:
Yes, NLP itu sekedar nama, memang perumusannya ditemukan ditahun 70an oleh duo Richard Bandler dan John Grinder, tapi sejatinya NLP sudah ada sejak manusia ada. ▪

3. Salam kang Hakim.. Sambil melanjutkan materi, saya ada pertanyaan… Adakah pakem atau patokan akan kondisi seperti apakah supaya sistem ini bisa mulai dijalankan?.. Sebab situasi Dan kondisi bisa sangat berbeda disetiap company atau corporate..mohon pencerahannya..

By Ustadz Arifiyanto

Jawaban :
Namanya kultur atau budaya, semakin dini dimulai justru semakin baik, karena membangun kultur jelas butuh waktu, makanya semakin dini semakin baik. Pokok bahasan saya disini bagaimana menggunakan NLP sebagai tool untuk mempercepat terbangunnya budaya unggulan tersebut. ▪

4. Apakah Nlp bsa d terapkan dlm perdagangan antar pnjual n pembeli?jelaskan?

By ustadz Heru Suseno

Jawaban :

Jelas bisa, tapi itu jadi membahas marketing communication dr sudut pandang NLP, bukan budaya kultur lagi. ▪

5. Apa bedanya budaya organisasi, dgn corporate culture, prilaku organisasi, dgn behaviorrism organisasi. Trus NLP juga seperti nya sudah ada dengan istilah kompetensi.
Knowledge, skill, dan psikomotoric.
Jadi bedanya apa disini yah, Teori McClelland dan Spencer? pendekatan yg digunakan ini lebih ke arah sdm atau organisasi.

By ustadz Muchtar H. Permana

Jawaban :
Menurut saya beda budaya organisasi dan corporate culture itu berbeda pada lingkungan penerapannya saja. perilaku organisasi dan behaviorrism organisasi hanya beda diistilah saja, semua merujuk pada hal yv sama yaitu budaya dalam sebuah lingkup terbatas baik itu organisasi (sosial, pendidikan, militer) maupun korporasi (bisnis) karena disini forumnya pebisnis maka yg dibawakan adalah tentang corporate culture. ▪

Tanggapan :
Bukan kah perusahaan = organisasi

Jawaban :
Saya cenderung pendekatan organisasi agar cepat menjadi sistem yg massal. Perusahaan sudah pasti organisasi juga ustadz, sy bedakan disini untuk mempermudah pemahaman kalau perusahaan berarti orientasinya bisnis, kalau organisasi non bisnis.. ini untuk mempermudah saja. ▪

6. Apa saja yang perlu disiapkan untuk membangun NLP karena kita mempelajarinya dari kebiasaan tanpa mengetahui ilmu pembelajarannya

By ustadz Fidyani

Jawaban :

NLP itu hanya memformulasikan kebiasaan manusia, sejak lahir kita sebenarnya sdh banyak menerapkan prinsip2 NLP, hanya memang tdk terpola dengan baik. ▪

7. Mhn bsa diberikan contoh persh yg sdh menerapkan NLP (persh non MLM), beserta indikator2 yg menyertainya.

Mhn disebutkan nama perusahaannya sbg contoh (klo bsa persh yg besar), agar kita yg awam bsa mengetahui manfaat NLP.

By ustadz Risfan

Jawaban :
Contoh dari ustadz Shiqo diatas sudah menjawab, contoh lain diperusahaan tempat saya bekerja dulu di Schlumberger, sampai sekarang walaupun teman2 sdh keluar dr perusahaan itu masih tetap membanggakan perusahaannya. Jarang yg mencaci maki Schlumberger, berarti Schlumberger berhasil menanamkan positive identity kedalam benak karyawan nya. ▪

8. Bagaimana cara menerapkan anchor kepada pembeli?

Jawaban :
Saat customer membeli produk kita, sebenarnya image produk kita sdh menjadi anchor didalam benaknya, yg perlu kita lakukan adalah memperkuat emosinya agar image-nya terus terulang2.. bisa dg hal2 yg unik. contoh jika ada yg pernah makan di rumah makan Lele Lela, kapanpun anda makan disana mereka akan menyapa dengan “selamat pagi”. pembeli akan merasa aneh, dan kepikiran terus, mungkin akhirnya ketawa karena lucu wong malam2 kok disapa selamat pagi, tapi tanpa sadar pembeli sedang diberik kesan dbawah sadar nya. Atau kalau masuk ke Indomaret skrg ini anda akan dikejutkan dg sapaan yg keras, kemudian para pegawainya saling bersaut-sautan.. anda mungkin akan terkejut pada awalnya, dan justru keterkejutan pembeli ini yg mereka inginkan, karena saat manusia terkejut ada mekanisme RAS (Reticular Activating System) didalam otak kita yg menjadi pintu masuk ke bawah sadar menajdi terbuka, saat RAS terbuka maka sapaan Indomaret akan masuk ke bawah sadar kita. ingat orang biasa digendam dengan dikejutkan dulu.. tujuannya adalah untuk membuka RAS, kemudian sugesti dimasukkan… ▪

9. Bagai mana memjadikan perusahan keluarga biar berkembang..menjadi perusahan yang go..international

By ustadz Misbakhuddin

Jawaban :
secara umum jawaban saya, aplikasikan sistem bisnis yg profesional. pertanyaanya apakah produknya benar2 perlu di go internasionalkan ? karena kadang2 pasar nasional lebih menarik loh. ▪

10. Walhasil setelah itu loyalitas terbangun bukan hanya dr bapaknya tapi juga keluarganya ikut loyal ke perusahaan, televisi mampu menjadi anchor positivenya, bisa dibayangkan setiap kali dia melihat televisi maka emosi positivenya terhadap perusahaan terbangun kembali, dan sangat mungkin dia ceritakan kepada teman2nya..

Apakah sudah ada kajian emperik dan bisa di benar kan bahwa hanya dengan Pemberian reward itu bisa disimpulkan langsung bahwa itu bisa berakibat loyalitas? I bagaimana dengan faktor maa kerja, kedekatan dan faktor lainnya dlm hubungannya dgn budaya organisasi

Jawaban :
Kita tdk melakukan riset secara khusus untuk itu, krn skala perusahaan juga kecil. tapi perlakuannya jelas by design, dan ukuran pencapaiannya kita lihat dari peningkatan sikap dan produktifitas karyawan. ▪

11. Untuk menerapkan NLP itu apakah bisa dengan kita sendiri dgn berusaha utk perusahaan kita atw harus ada tenaga ahli yg khusus tuk jadi mentor bgt?
Klw umapama bisa dgn sendiri berapa lama tempo utk bisa kita lihat acuannya?

By ustadz Alhafidh

Jawaban :
Bentuk nyata dr NLP itu adalah perilaku kita, nama NLP hanya perumusan terhadap perilaku2 unggul saja untuk bisa di copy paste agar kita mendapat keunggulan yg sama. Jadi siapapun bisa belajar NLP serta menerapkannya. Untuk mempelajari NLP bisa ikut kursus2nya karena saat ini memang belum diajarkan di sekolah sebagai pelajaran resmi. Di UGM mahasiswa pasca sarjana mendapat tambahan materi NLP. Berapa lama penguasaannya tergantung seberapa besar ketertarikan kita serta seberapa mau kita terus menggali bidang ini. Penerapan untuk skala organisasi menggunakan NLP memang bisa lebih cepat dari model training konvensional. ▪

12
1. Apa saja yang perlu disiapkan untuk membangun NLP karena kita mempelajarinya dari kebiasaan tanpa mengetahui ilmu pembelajarannya

2. Apakah breafing pagi ato breafing tiap kumpul sambil teriak teriak( di mlm) termasuk cara untuk menumbuhkan RAS sehingga mampu menumbuhkan semangat dalam bekerja

By Ustadz Fidyani

Jawaban :

1. Ikut belajar dan menerapkannya. Rumusnya cuma itu. Perbanyak diskusi2 dg praktisi NLP, agar mendapat insight bagaimana NLP bisa dipergunakan. Back ground sy sekolah teknik, namun kemudian sy bisa mendalami dan bisa membantu orang dibidang pengembangan diri, ini bukti bahwa NLP bisa membantu siapapun untuk belajar apapun
2. Yel2 tdk dimaksudkan untuk membuka RAS, tapi lebih kepada membangun suasana ceria/bersemangat, seperti saat kita berolah raga yg akan mempercepat laju supply darah , merangsang produksi endorphine dan meningkatkan positive mood. Saat itu banyak supply oksigen,daya serap otak jadi maksimal sehingga bekerja bisa optimal termasuk pembentukan budaya kerja positive bisa dipercepat. ▪

13. Kalau mau sertifikasinya biaya brp? Posisi sy di surabaya.

By Usth. Ika Yunia Fauziah

Jawaban :
Di Surabaya kalau sertifikasi internasional sekitar 8-9 jutaan, kalau sertifikasi lokal bisa mungkin sekitar 5 jutaan. ▪

=============================

CLOSING STATEMENT

SAYA yakin kita semua jadi menyadari pentingnya membangun intangible asset yg namanya corporate culture atau budaya kerja unggulan. karena membangun budaya perlu waktu tdk harus selalu dibangun dg biaya yg mahal, cukup dg kreatifitas kita. maka mulailah membangun budaya kerja unggulan untuk perusahaan anda. carilah bagaimana anda ingin perusahaan anda dikenal customer juga karyawan anda, nilai2 apa yg ingin dikembangkan oleh perusahaan anda. tentukan dulu kemudian mulailah membangunnya sedini mungkin. NLP hanya satu diantara sekian banyak tool yg bisa membantu anda mempercepat proses terbangunnya budaya kerja unggulan. dan NLP itu mudah kok dipelajari. 🙏🏻😊

Ditulis oleh: Forbis
Tim IT Forum Bisnis (FORBIS) PP IKPM Gontor