Branding Adalah Strategi Yang Sangat Penting Untuk Bisnis Anda, Ini Alasannya!

Branding  Adalah Strategi Yang Sangat Penting Untuk Bisnis Anda, Ini Alasannya!

FORBIS— Artikel ini mencoba memaparkan bagaimana strategi branding yang baik agar bisnis anda bisa meraih sukses, dan tentu saja hal itu harus dipahami apa kebutuhan dan keinginan dari para pelanggan sehingga anda bisa menentukan prospek yang ditentukan. 

Coba bayangkan jika anda adalah seorang yang sedang membeli sebuah produk yang bagus, misalnya keripik singkong yang sangat gurih dan nikmat sekali, namun tak punya merek, sehingga ketika suatu hari anda ingin membelinya lagi, lalu datang ke tempat biasa dimana pedagang keripik singkong itu berjualan dan sudah tidak ada lagi, maka tentu saja akan kesulitan mencari keripik singkong yang gurih itu jika tak ada merek atau logonya. Padahal bisa jadi keripik singkong itu hanya pindah jualan. Namun mau mencari di berbagai tempat tapi bingung karena tak tahu apa nama merek atau logonya. Dan akhirnya batal membeli.  

Nah, coba bayangkan jika pedagang keripik singkong itu adalah anda. Ketika produk anda digemari karena kualitasnya bagus namun tak punya merek atau logo, sudah pasti pelanggan itu akan kesulitan mendapatkan produk anda. Potensi penjualan anda sudah pasti hilang sehingga bisnis anda tidak dapat berkembang dengan baik. Dan tentu saja anda tidak ingin hal itu terjadi kan? Dan tidak ingin membuang kesempatan yang baik itu? 

Lalu, apa sih itu branding? 

Ilustrasi dari pedagang keripik singkong di atas, ternyata bukan hanya soal kualitas produk, atau katakanlah dalam bisnis di bidang jasa misalnya, meskipun kualitasnya sangat bagus, tetapi ternyata perlu  juga memperhatikan bagaimana caranya sebuah brand produk  dibangun dengan baik menggunakan strategi yang jitu. 

Jadi menurut bapak marketing dunia yang bernama Philip Kotler, kata beliau begini “A brand is a name, term, sign, symbol, or design or a combination of them, intended to identify the goods and services of one seller or group of sellers and to differentiate them from those of the competitor.”

Nah, bayangkan jika produk anda sama dengan kompetitor anda, maka bagaimana konsumen atau pelanggan anda mengenalnya jika tidak punya brand? Jadi brand hadir sebagai identitas yang membedakan dengan produk sejenis yang dimiliki oleh kompetitor atau pebisnis lainnya, sehingga dengan adanya brand, konsumen tidak kesulitan memilih produk yang akan dikonsumsinya.  

Karena branding itu adalah suatu kegiatan yang membuat nama atau identitas, simbol atau logo, yang bisa membedakan produk atau jasa yang satu dengan lainnya, maka sangat penting bagi para pebisnis atau pun para start-up founder berpikir kreatif soal branding ini, agar produk atau jasanya   siap bersaing di pasaran. 

Meskipun anda memiliki produk yang berkualitas atau jasa yang handal, apalagi misalnya anda masih baru di dunia usaha, tentu saja branding sangat diperlukan, karena tidak mungkin produk atau jasa itu menjual dirinya sendiri.  Maka karena itulah kenali manfaat branding ini. 

Jadi manfaat brand itu memberikan identitas produk atau jasa anda, menyampaikan nilai produk atau jasa, menjalin komunikasi dengan konsumen atau pelanggan yang sudah dibidik target marketnya, membangun kepercayaan atau kredibilitas, dan memudahkan proses refferal(pelanggan yang puas dengan produk anda kemudian terdorong merekomendasikan ke pelanggan lain sehingga dapat meningkatkan penjualan). 

Nah, sekarang kita ambil contoh kasus pada dunia start-up, dimana Minimum Viable Brand(MVB) yang pertama kali disiapkan sebelum bisnis ini beroperasi. Untuk tetap menjaga fokus dan menjadi pembeda dari produk lainnya. Kerangka MVB itu terdiri dari: What we stand for?, What we believe in?, What people we seek to engage?, What distinguishes us?, What we offer?, dan What we say and show?

Apa yang anda perjuangkan atau what we stand for. Poin ini menjelaskan esensi brand anda, mulai dari pokok pikiran saat membangun brand. Misalnya kita ambil contoh perusahaan Johnson & Johnson. Perusahaan ini yakin apa yang dibutuhkan manusia sehingga menghadirkan produk yang berkualitas baik dan harga yang sesuai, ada harga ada kualitas, sehingga kalau kita amati, perusahaan Johnson & Johnson membuat produk yang sangat berkualitas serta melayani dengan baik. 

Selanjutnya, What we believe in? Atau apa yang anda percayai saat membangun brand. Sebagai contoh, perusahaan saingan Unilever yaitu Proctect & Gamble atau P&G, perusahaan ini berskala internasional yang kantor pusatnya di Cincinnati, Ohio, Amerika Serikat. Perusahaan ini adalah contoh yang baik, yaitu menerapkan konsep konsumen adalah segalanya, sehingga mengaplikasikan  nilai-nilai yang memahami konsumen atau mengutamakan konsumen, dan hal ini membuatnya terpacu untuk terus berinovasi sehingga mampu memenuhi kredibilitas pasar karena memiliki kekuatan brand. 

Kerangka berikutnya adalah, orang seperti apa yang ingin dilibatkan? Atau What people we seek to engage? Jadi tipe orang seperti apa yang menjadi target market brand yang anda bangun. Contohnya perusahaan berkelas Mercedez Benz yang membangun brandnya membidik target yang sangat jelas, yaitu orang-orang memperhatikan masa depan lingkungan atau peduli bumi. Mobil berkelas yang diproduksi Mercedes Benz bukan hanya bergengsi namun juga memberikan gambaran kecanggihan mesin yang ramah lingkungan. 

Karena Brand adalah identitas sehingga bisa membedakan dengan produk lain, maka apa yang membedakannya, atau What distinguishes us? Kita ambil contoh misalnya produk management tools yang paling banyak dipakai yaitu Slack, produk ini membawa pesan yang sangat kuat yaitu “Slack brings the team together, wherever you are”. Pesan ini begitu kuat meski sangat sederhana yaitu  menunjukkan fleksibilitas tempat sehingga sebuah tim kerja bisa kompak. 

Kerangka berikutnya adalah What we offer? Atau apa yang ditawarkan? Sebuah brand harus bisa menjelaskan apa yang ditawarkan ke konsumen atau pelanggan, bahkan harus unik atau USP(Unique selling point), kalimatnya yang singkat saja agar target audience paham, karena antara Brand dan produk yang ditawarkan sangat sesuai alias “klop” atau “nyambung”.

Dan yang terakhir adalah apa yang anda katakan untuk menunjukkan brand produk bisnis anda? Atau What we say and show? Sehingga sangat nyata di benak masyarakat. Jadi Anda harus bisa menjelaskan bagaimana mengucapkan dan modelnya seperti apa dari brand Anda, sehingga dibutuhkan tagline untuk penamaan brand serta logonya.

Ditulis oleh: Forbis
Tim IT Forum Bisnis (FORBIS) PP IKPM Gontor