Inditex

Inditex

Pada tahun 2014, sebuah perusahaan dari Spanyol mendapatkan penjualan sebesar US$22,2 miliar, dan total keuntungan yang diperolehnya sebesar US$3,2 miliar. Perusahaan itu bernama Inditex, singkatan dari Industria de Diseño Textil. Meskipun  perusahaan ini bergerak di sektor diskret, tapi fokus utamanya adalah industri pakaian dan sepatu. 

Majalah bisnis terkemuka Forbes, pada tahun 2014 mamasukkan Inditex dalam daftar Global 2000 sebagai perusahaan dengan peringkat ke-313. Hal itu termasuk perusahaan terbesar di dunia dengan total nilai pasar atau market value sebesar US$94,3 miliar, dan total aset Inditex sebanyak US$18,6 miliar.

Mau tahu merek apa saja yang ditawarkan Inditex dengan berbagai macam produk di beberapa segmen pasar yang berbeda? Berikut daftarnya: 

  1. Pada segmen pasar untuk pria, wanita dan anak-anak, berdiri merek Zara dengan jumlah gerai 2.232 , berdiri tahun 1975. 
  2. Untuk jenis pakaian dan aksesoris kasual kalangan remaja, ada merek Pull&Bear, berdiri tahun 1991 dengan jumlah gerai 982. 
  3. Di segmen pakaian dan aksesoris pria dan wanita kalangan kosmopolitan, berdiri merek Massimo Dutti tahun1991, hasil dari mengakuisisi 65% saham Massimo Dutti, sebelum kemudian mengakuisisi seluruh sahamnya. Massimo Dutti memiliki 781 gerai yang tersebar di 75 negara.
  4. Untuk segmen mode urban nan modern untuk kalangan remaja, ada merek Bershka, berdiri tahun 1998, dengan jumlah gerai 1.096. 
  5. Sejak tahun 1999 di Barcelona, ada bisnis keluarga yang bergabung dengan Inditex bernama Stradivarius, bisnis keluarga ini berdiri tahun 1994. Dengan bergabungnya Stradivarius ke Inditex, telah mengembangkan bisnis ini ke 62 negara dengan jumlah gerai 925 seluruh dunia. Dan tahun 2017, tepatnya tanggal 1 Februari yang merupakan hari menyongsong hari valentine yaitu tanggal 14 Februari, Stradivarius mulai meluncurkan koleksi pakaian untuk pria dengan nama gerai “Stradivarius Man”. Untuk di Indonesia sampai tahun ini, Stradivarius sudah merambah ke berbagai wilayah seperti Bali, Jakarta Timur, Bandung, Surabaya, Jakarta, Yogyakarta, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Selatan. 
  6. Tahun 2001 ada juga merek Oysho, dengan jumlah gerai 646, segmen pasarnya berupa:  Lingerie, pakaian kasual, pakaian tidur, pakaian olahraga, pakaian renang, dan aksesoris. 
  7. Tak ketinggalan juga Inditex merambah ke segmen pasar di bidang peralatan rumah tangga dan dekorasi rumah, jadi bukan hanya pakaian saja dengan berbagai modelnya. Namun mereknya memakai nama Zara yang memproduksi pakaian, lalu ditambahkan “Home” jadi “Zara Home”. Jumlah gerai yang dikabarkan pada tahun 2017 sebanyak 563.
  8. Persaingan ketat membuat Inditex terpaksa kreatif, lalu mengeluarkan produk aksesoris berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau. Nama merek yang digunakan adalah Uterqüe yang didirikan tahun 2008, jumlah gerainya terakhir dilaporkan sebanyak 82. 

Gerai merek Inditex terkenal di beberapa negara seperti: 

 Zara di Brussels Belgia. 

Zara_Bruselas_16.jpg

Gerai Pull&Bear di Shanghai Tiongkok. 

Pull&Bear_China.jpg

Gerai Massimo Dutti di Paris Perancis. 

Massimo_Dutti_París.jpg

Gerai Bershka di Taiwan. 

Bershka_Taiwán.jpg

Gerai Stradivarius di Yunani. 

Stradivarius_Grecia.jpg

Gerai Oysho di Stockholm Swedia. 

Oysho_Suecia.jpg

Dan di tuan rumah sendiri, ada gerai Uterqüe di Valladolid (Spanyol).

Uterqüe_Valladolid.jpg
Ditulis oleh: Forbis
Tim IT Forum Bisnis (FORBIS) PP IKPM Gontor