FORBIS Instutute ~FORBIS IKPM Gontor

Cara Menghitung dan Menggunakan Rasio Keuangan dalam Bisnis

Cara Menghitung dan Menggunakan Rasio Keuangan dalam Bisnis Gambar : Freepik

Forbis.id – Dalam mengelola sebuah bisnis, pemahaman tentang kesehatan keuangan perusahaan sangatlah penting. Rasio keuangan adalah alat yang tidak ternilai harganya dalam hal ini, karena menyediakan data kuantitatif yang memungkinkan pemilik bisnis untuk mengevaluasi kinerja dan kondisi finansial perusahaan mereka dengan lebih baik.

Dengan memanfaatkan rasio keuangan, bisnis dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, membuat keputusan strategis yang lebih tepat, serta merencanakan langkah-langkah untuk mencapai tujuan jangka panjang.

Rasio keuangan mencakup berbagai aspek seperti profitabilitas, likuiditas, efisiensi, dan solvabilitas. Metrik seperti Return on Investment (ROI), Return on Advertising Spend (ROAS), Modal Kerja (Working Capital), Profit Margin, Cost of Goods Sold (COGS), dan Earnings Before Interest, Tax, Depreciation, and Amortization (EBITDA) memberikan wawasan yang kritis dalam pengambilan keputusan bisnis.

Pemahaman yang baik tentang metrik-metrik ini memungkinkan bisnis untuk memantau kinerja keuangan mereka, merencanakan pengeluaran dengan lebih efektif, dan memastikan kelangsungan usaha dalam jangka panjang.

Artikel ini akan menguraikan enam metrik keuangan utama yang harus dipahami oleh setiap pemilik bisnis, serta bagaimana cara menghitung dan menerapkannya dalam pengelolaan bisnis sehari-hari. Dengan mempelajari dan menggunakan rasio keuangan ini, bisnis dapat meningkatkan efektivitas operasional dan mencapai kesuksesan yang berkelanjutan.

.

Return on Investment (ROI)

Return on Investment (ROI) adalah metrik yang digunakan untuk mengukur efisiensi investasi bisnis. ROI dihitung dengan dua formula utama:

  1. ROI = Net ProfitCost of Investment×100\frac{\text{Net Profit}}{\text{Cost of Investment}} \times 100

    Rumus ini menghitung ROI berdasarkan laba bersih yang dihasilkan dari investasi.

  2. ROI = (Present ValueCost of Investment)Cost of Investment×100\frac{(\text{Present Value} – \text{Cost of Investment})}{\text{Cost of Investment}} \times 100

    Formula ini mempertimbangkan nilai saat ini dari investasi setelah dikurangi biaya investasi.

Dengan menggunakan ROI, bisnis dapat mengevaluasi apakah investasi yang dilakukan memberikan keuntungan yang sesuai dengan harapan.

Return on Advertising Spend (ROAS)

Return on Advertising Spend (ROAS) adalah metrik yang digunakan untuk mengukur efisiensi pengeluaran iklan. ROAS dihitung dengan rumus:

ROAS=Gross Revenue from Ad SpendAdvertising CostAdvertising Cost\text{ROAS} = \frac{\text{Gross Revenue from Ad Spend} – \text{Advertising Cost}}{\text{Advertising Cost}}

Metrik ini membantu bisnis untuk memahami seberapa efektif kampanye iklan dalam menghasilkan pendapatan.

Modal Kerja (Working Capital)

Modal kerja adalah indikator kesehatan finansial jangka pendek bisnis. Ada dua komponen utama modal kerja:

  1. Net Working Capital = Current AssetsCurrent Liabilities\text{Current Assets} – \text{Current Liabilities}

    Net Working Capital menunjukkan likuiditas bisnis dan kemampuan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek.

  2. Working Capital Ratio = Current AssetsCurrent Liabilities\frac{\text{Current Assets}}{\text{Current Liabilities}}

    Rasio ini mengukur proporsi aset lancar terhadap kewajiban lancar. Rasio yang lebih tinggi menunjukkan likuiditas yang lebih baik.

Profit Margin

Profit Margin adalah metrik yang menunjukkan persentase keuntungan yang diperoleh dari pendapatan. Ada tiga jenis utama profit margin:

  1. Net Profit Margin = Net ProfitNet Revenue×100\frac{\text{Net Profit}}{\text{Net Revenue}} \times 100

    Net Profit Margin mengukur persentase laba bersih dari total pendapatan.

  2. Gross Profit Margin = Gross ProfitTotal Revenue×100\frac{\text{Gross Profit}}{\text{Total Revenue}} \times 100

    Gross Profit Margin mengukur laba kotor sebagai persentase dari total pendapatan.

  3. Operating Profit Margin = Operating IncomeNet Sales×100\frac{\text{Operating Income}}{\text{Net Sales}} \times 100

    Operating Profit Margin mengukur laba operasional sebagai persentase dari penjualan bersih.

Cost of Goods Sold (COGS)

Cost of Goods Sold (COGS) adalah total biaya produksi barang yang terjual selama periode tertentu. Rumus COGS adalah:

COGS=(Beginning Inventory+Purchases)Ending Inventory\text{COGS} = (\text{Beginning Inventory} + \text{Purchases}) – \text{Ending Inventory}

COGS memberikan gambaran tentang biaya langsung yang terkait dengan produksi barang yang dijual oleh bisnis.

Earnings Before Interest, Tax, Depreciation, and Amortization (EBITDA)

EBITDA adalah metrik yang digunakan untuk mengukur kinerja operasional bisnis tanpa memperhitungkan pengaruh struktur modal, pajak, depresiasi, dan amortisasi. Rumus EBITDA adalah:

EBITDA=Net Income+Taxes+Interest Expense+Depreciation+Amortization\text{EBITDA} = \text{Net Income} + \text{Taxes} + \text{Interest Expense} + \text{Depreciation} + \text{Amortization}

EBITDA membantu dalam memahami profitabilitas operasional yang sebenarnya dari sebuah bisnis.

Kesimpulan

Memahami dan menggunakan metrik keuangan ini adalah langkah krusial untuk mengelola bisnis secara efektif. Dengan analisis yang tepat, pemilik bisnis dapat membuat keputusan yang lebih informasi, mengoptimalkan pengeluaran, dan meningkatkan profitabilitas. Metrik-metrik ini tidak hanya membantu dalam evaluasi kinerja saat ini tetapi juga dalam perencanaan strategi jangka panjang yang lebih baik.