PONOROGO, FORBIS.ID – Suasana khidmat menyelimuti Ruang Meeting Gedung Aligarh lantai 1, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), pada Jumat (27/3/2026).
Di tengah suasana hangat bulan Syawal, Pengurus Forum Bisnis (FORBIS) IKPM Gontor menggelar agenda rutin tahunan: sowan dan halal bi halal bersama Pimpinan PMDG.




Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan momentum penguatan nilai bagi para pengusaha alumni Gontor untuk tetap berpijak pada prinsip “Bondo, Bahu, Pikir, Lek Perlu Sak Nyawane” dalam dunia bisnis.
Dalam arahannya, Pimpinan PMDG, KH. Hasan Abdullah Sahal, memberikan nasihat yang menggetarkan hati para pengurus FORBIS.






Beliau menekankan bahwa bisnis bagi alumni Gontor bukan sekadar mencari laba, melainkan wasilah perjuangan.
Kyai Hasan mengingatkan transformasi Gontor yang kini telah menjadi mercusuar inspirasi.
”Dulu Gontor adalah Gon Kotor (tempat kotor), tapi sekarang Gontor adalah Gon Inspirator. Kalau Anda berjuang untuk masyarakat, maka Anda akan mendapatkan bagian. Tapi, jika Anda berjuang di masyarakat hanya untuk mendapatkan bagian, ini adalah sampah perjuangan,” tegas beliau.
Pesan ini menjadi pengingat sakral bahwa nilai-nilai agama harus menjadi panglima dalam setiap pergerakan ekonomi yang dilakukan alumni.
Salah satu poin penting dalam pertemuan tersebut adalah restu Kyai Hasan terhadap rencana besar FORBIS menyambut 100 Tahun Gontor.
Sebuah Expo yang direncanakan tampil lebih megah dari tahun-tahun sebelumnya akan digelar.
Berbeda dengan konsep lama, Expo kali ini akan menggunakan venue outdoor yang luas, membentang dari depan gedung BPPM, Aligarh, Saudi, hingga depan KOMSOL.




Kyai Hasan secara resmi memberikan dukungannya agar acara ini menjadi etalase kekuatan ekonomi alumni Gontor di kancah nasional maupun internasional.
Ketua Umum FORBIS, Agus Maulana, memaparkan tiga program strategis yang menjadi fokus utama di tahun 2026 ini:
Expo 100 Tahun Gontor: Ajang unjuk gigi produk dan jasa unggulan alumni.
Penulisan Buku 100 Pengusaha Alumni Gontor: Literasi inspiratif perjalanan bisnis santri.
Penguatan Gerakan Ekonomi Keumatan: Fokus pada kemandirian ekonomi umat secara berkelanjutan.
”Kami akan terus bergerak menjalankan amanah ini. Fokus utama kami adalah penguatan ekonomi keumatan. Meskipun hasilnya mungkin tidak instan, pondasinya harus kita bangun, bahas, dan kaji secara matang dari sekarang,” ujar Agus Maulana penuh optimisme.




Rangkaian kegiatan sowan FORBIS berlangsung selama dua hari penuh. Sebagai bentuk penghormatan dan menjaga sanad nilai, pengurus FORBIS tidak hanya menghadap Pimpinan PMDG.
Rombongan juga menyambangi:
Rektor UNIDA Gontor, Pimpinan Lembaga IKPM,
Yayasan dan KMI.
Pengurus FORBIS juga sowan ke keluarga almarhum KH. Abdullah Syukri Zarkasyi serta almarhum KH. Amal Fathullah Zarkasyi.
Agenda rutin pasca-Idul Fitri ini menjadi bukti bahwa sejauh apa pun seorang santri melangkah di dunia bisnis, mereka tidak pernah lepas dari doa dan restu sang Kyai, serta tetap berpegang teguh pada jati diri sebagai pejuang di jalan Allah.







