Kabar ~Admin Forbis

Ayahanda Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi Wafat: Tinggalkan Warisan Nilai dan Amanah bagi Pebisnis Alumni Gontor

Ayahanda Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi Wafat: Tinggalkan Warisan Nilai dan Amanah bagi Pebisnis Alumni Gontor

PONOROGO — Pondok Modern Darussalam Gontor kembali berduka. Salah satu pendidik terbaik dan tokoh sentral perjuangan pesantren, Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., wafat pada Sabtu, 3 Januari 2026, pukul 12.14 WIB di RS Moewardi, Solo, Jawa Tengah.

Kabar duka ini disampaikan oleh Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor sekaligus anggota Badan Wakaf Gontor, Prof. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi.
“Semoga Allah mengampuni dosanya, menerima amal ibadahnya, dan memberinya husnul khatimah,” tulisnya.

Wafatnya Prof. Amal menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga besar Gontor, tetapi juga bagi dunia pesantren dan para alumni yang selama ini menimba nilai, arah, dan keteladanan darinya.

Riwayat Singkat dan Posisi Kepemimpinan

Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi merupakan putra keempat KH Imam Zarkasyi, salah satu Trimurti pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor. Almarhum adalah pemimpin Gontor periode kelima, bersama KH Hasan Abdullah Sahal dan KH Akrim Mariyat, melanjutkan estafet kepemimpinan para kiai pendahulu.

Sebelumnya, kepemimpinan Gontor dijalankan secara kolektif sejak era Trimurti pendiri, lalu berlanjut ke periode-periode berikutnya dengan tokoh-tokoh utama pesantren. Kehadiran Prof. Amal pada periode kelima menegaskan kesinambungan nilai, visi, dan arah perjuangan Gontor di era modern.

Kondisi Kesehatan Hingga Wafat

Sebelum wafat, Prof. Amal diketahui mengalami beberapa masalah kesehatan, di antaranya batu ginjal dan patah tulang. Setelah kedua kondisi tersebut tertangani, kesehatannya justru menurun dan memerlukan perawatan lanjutan. Belakangan, diketahui adanya penyakit usus buntu, yang menyebabkan kondisi almarhum terus memburuk hingga akhirnya wafat.

Kiprah Akademik dan Perjuangan Pesantren

Prof. Amal dikenal luas sebagai pejuang pendidikan pesantren dan intelektual muslim yang konsisten memperjuangkan pengakuan sistem pendidikan pesantren di tingkat nasional dan internasional.

Ia berhasil meraih gelar Doktor bidang Aqidah dan Pemikiran Islam dari Universiti Malaya, Kuala Lumpur pada 2006. Pada 2014, almarhum dikukuhkan sebagai Profesor bidang Ilmu Kalam (Teologi Islam). Kiprahnya diakui secara internasional dengan penganugerahan Doktor Honoris Causa bidang Dirasat Islam dari Fatoni University, Thailand, pada 2017.

Salah satu perjuangan pentingnya adalah memperjuangkan kesetaraan lulusan KMI Gontor agar dapat melanjutkan studi ke Mesir setara dengan lulusan perguruan tinggi. Sekembalinya ke Indonesia, Prof. Amal bersama ribuan kiai dan pemerhati pendidikan mendorong lahirnya Undang-Undang Pesantren Tahun 2018, yang menjadi tonggak pengakuan negara terhadap sistem pendidikan pesantren.

Prosesi pemulasaraan jenazah dilakukan dengan dimandikan terlebih dahulu, kemudian dibawa ke Ponorogo untuk disemayamkan di rumah keluarga, dishalatkan di masjid, dan dimakamkan keesokan harinya. Selama prosesi, kegiatan santri Gontor diliburkan, sementara santri di cabang-cabang melaksanakan shalat ghaib.

Pesan Terakhir dan Harapan untuk Pebisnis Alumni Gontor

Beberapa waktu sebelum wafat, dalam sowan Syawwal bersama rekan-rekan FORBIS IKPM Gontor, Prof. Amal menyampaikan pesan yang kini terasa sebagai wasiat perjuangan bagi para pebisnis alumni.

Beliau menekankan pentingnya dua kekuatan utama bagi pebisnis alumni Gontor:

  1. Mentalitas kerja
    Rajin, tidak malas, dan kreatif dalam membaca serta mengelola peluang usaha.
  2. Mentalitas religius
    Meneladani sifat-sifat kenabian dalam bisnis: tabligh, amanah, fathonah, serta kejujuran dalam berdagang.

Lebih jauh, Prof. Amal menitipkan harapan besar agar FORBIS IKPM Gontor hadir sebagai kekuatan nyata dalam membantu unit-unit usaha Pondok Modern Darussalam Gontor dan pesantren pada umumnya, sehingga pesantren dapat tumbuh mandiri secara ekonomi, kuat secara nilai, dan berkelanjutan dalam perjuangan.

Pesan tersebut kini menjadi amanah moral dan strategis bagi FORBIS dan seluruh pebisnis alumni Gontor.

Selamat jalan, Ayahanda.
Jannah lakum.

Semoga Allah SWT mengampuni segala khilaf almarhum, menerima seluruh amal jariyahnya, melapangkan kuburnya, dan menempatkannya di sisi terbaik-Nya.

Doa kami mengiringi, ikhtiar kami melanjutkan.
Semoga jejak langkah dan nilai perjuangan Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi terus hidup dalam amal, karya, dan kebermanfaatan FORBIS IKPM Gontor serta seluruh alumni Gontor di mana pun berada.