pesantren arroudhoh ponorogo, tahfidz preneur.
Catatan

Irwan Budi, Lulus Gontor Dididik Keras Ayah Ngontel di Jalanan Kini Jadi Pengusaha Rintis Pesantren Tahfidz Preneur Sragen

Kamis, 3 Juli 2025 | 12.17 GMT+7

Agus Maulana

Agus Maulana

Tim Redaksi

Bagikan

Dari sepeda ontel hingga membangun pesantren tahfidz dan kewirausahaan, Irwan Budi membuktikan bahwa karakter tangguh lahir dari keterbatasan dan perjuangan.

FORBIS.ID, Ponorogo-- Pagi itu, Ahad, 29 Juni 2025, saya menyempatkan diri untuk menyambangi salah satu anggota Forbis sekaligus Pengurus Forbis IKPM Gontor yang berdomisili di Sragen. Namanya Irwan Budi, Alumni Gontor tahun 2008. Irwan juga ternyata ketua marhalah (angkatan) 2008. Banyak angkatan 2008 ini yang bergabung di Forbis dan menjadi pengusaha sukses, diantaranya M Khoirul Huda asal Ngawi, Budi Tristanto asal Madiun, Fajrul Aryadi asal Ponorogo, Ripaniko asal Tasilmalaya dan lainnya.

Perjalanan menuju pesantrennya memakan waktu sekitar 20 menit dari stasiun Sragen yang berada tepat di belakang Mesjid Jami Al Falah Sragen. Saya penasaran dengan sosok Irwan yang saat ini mendedikasikan waktu dan hidupnya untuk membangun pesantren tahfidh quran sekaligus punya mimpi mencetak generasi yang punya mental dan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship).

Didikan Keras dari Ayah, Sepeda Ontel yang Menjadi Titik Balik

Irwan adalah anak dari seorang pengusaha sukses asal Karanganyar, Solo. Namun, berbeda dengan gambaran umum anak pengusaha, Irwan tumbuh dengan tempaan keras dan penuh prinsip. “Waktu kuliah di UMS, teman-teman saya bawa motor dan mobil. Saya cuma dikasih sepeda ontel,” kenangnya sambil tertawa kecil. “Uang bulanan juga pas-pasan, padahal bukan karena tidak mampu.”

Tapi justru dari keterbatasan itulah mental baja dibentuk. Di Gontor, Irwan tak canggung ditempatkan di bagian penggilingan padi (slep) dan pembangunan pondok saat masa pengabdian. Semua itu, kata Irwan, adalah batu asah karakter yang kelak sangat ia syukuri.

“Kalau dulu saya dimanjakan, mungkin saya tidak akan seperti sekarang,” ujarnya.

Berbisnis Sejak Muda, Jatuh Bangun yang Mendidik

Setelah menyelesaikan kuliah, Irwan tak menunggu peluang datang. Ia menciptakan peluang. Toko bahan bangunan menjadi langkah awal, lalu merambah ke jasa konstruksi dan arsitektur. Ia bahkan sempat sukses besar di bidang peternakan sapi, meskipun akhirnya harus menelan kerugian besar.

Namun jatuh, bagi Irwan, bukan akhir. “Rugi di bisnis sapi itu menyakitkan, tapi saya tidak menyesal. Itu bagian dari sekolah kehidupan,” katanya.

Kini, Irwan dikenal sebagai pengusaha muda yang tangguh dan visioner. Unit usahanya tak hanya berkembang, tapi juga ia arahkan untuk satu tujuan: membiayai Pesantren Arraudhoh, pesantren yang ia dirikan di sebelah rumahnya di Sragen.

Pesantren Arraudhoh: Tahfidz dan Jiwa Mandiri

Di atas lahan wakaf yang sudah diikrarkan, Irwan mendirikan Pesantren Arraudhoh Sragen. Pesantren ini bukan sekadar tempat menghafal Al-Qur’an. Di sana, santri juga dibentuk menjadi pribadi mandiri, bermental pengusaha, dan kuat dalam akhlak serta visi hidup.

Saat ini, 23 santri mukim belajar secara gratis, ditanggung penuh oleh Irwan. Dari makan hingga buku, dari listrik hingga pembangunan. Semua diambil dari hasil usaha toko bangunan, pom bensin milik keluarga, gas elpiji, dan jasa konstruksinya. Bahkan, Irwan berencana mewakafkan seluruh unit usaha itu demi masa depan pesantren.

“Kalau pesantren ini bisa terus berdiri dan melahirkan generasi Qur’ani yang mandiri, itu cukup. Saya tidak perlu apa-apa lagi,” ucapnya dengan mata yang tampak berkaca-kaca.

Dulu Anak Nakal, Kini Pembangun Generasi

“Saya dulu anak nakal,” kata Irwan jujur. “Lingkungan saya dulu kurang baik. Tapi Allah beri jalan lewat Gontor, lewat didikan keras ayah saya. Dan sekarang saya bersyukur bisa punya lingkungan yang membentengi.”

Irwan membuktikan bahwa keberhasilan bukan hanya soal kecerdasan atau kekayaan, tapi tentang ketangguhan karakter, keikhlasan niat, dan kemauan untuk memberi lebih dari yang diterima.

Diterbitkan oleh ForbisDiperbarui 15 September 2026

Konten Terkait

Kabar30 Jun 2026

Perkuat Sinergi Bisnis Alumni Gontor, Ketum FORBIS Pusat Hadiri Kopdar Bandung Raya & Soft Opening Inspira Cafe

Ketua Umum FORBIS Pusat hadiri Kopdar Bandung Raya dan meresmikan Inspira Cafe. Tempat ini disiapkan sebagai hub sinergi bisnis bagi alumni Gontor

Perkuat Sinergi Bisnis Alumni Gontor, Ketum FORBIS Pusat Hadiri Kopdar Bandung Raya & Soft Opening Inspira Cafe
Kabar7 Mei 2026

Ekspansi Perluas Pasar Timur Tengah, Surabraja (PT SBCR) Siap Unjuk Gigi di Pameran CaféX & Hotelier 2026 Mesir

Surabraja pamerkan saus & sirup halal unggulan di CaféX & Hotelier 2026 Kairo. Ekspansi pasar HORECA Timur Tengah dan global bersama Forbis Gontor.

Ekspansi Perluas Pasar Timur Tengah, Surabraja (PT SBCR) Siap Unjuk Gigi di Pameran CaféX & Hotelier 2026 Mesir
Usaha Anggota6 Mei 2026

Kisah Santri Pendiri Startup HR Global, Epployee: Perjalan Sehingga Menjadi Runner up NextDev by Telkomsel incubator

Kisah inspiratif Bukhori Mardius membangun Epployee, startup HRIS berbasis AI kelas global tanpa modal yang sukses bersinar di The NextDev Telkomsel.

Kisah Santri Pendiri Startup HR Global, Epployee: Perjalan Sehingga Menjadi Runner up NextDev by Telkomsel incubator
Press Release27 Jul 2025

Edukasi Bisnis Stand Expo Hingga Pengadaan Alat Komunikasi, FORBIS IKPM GONTOR Full Support Sukseskan Jambore Dunia 2025

Jakarta, 27 Juli 2025 — Forum Bisnis (FORBIS) IKPM Gontor terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kegiatan strategis berskala global yang mempererat ukhuwah Islamiyah dan semangat kebersamaan antar generasi muda. Hal ini ditandai dengan pertemuan resmi antara jajaran panitia World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) dengan Sekretaris Jenderal FORBIS, David Rusdianto, yang digelar di Kantor Majalah Gontor, Sekretariat Panitia Jambore Dunia. Dalam pertemuan tersebut hadir empat Ketua Panitia Jambore: Kak Aditya Warman, Kak Akrimul Hakim, Kak Zakianto, dan Kak Reza Azhari, serta Kak Yoga Yusuf selaku penanggung jawab Expo Jambore. Turut mendampingi pula perwakilan dari pengurus FORBIS dan tim panitia Jambore Dunia, yaitu Kak Fauzi Iriyanto dan Kak Fajar Shodiq. Jambore Dunia 2025 yang bertajuk World Muslim Scout Jamboree ini rencananya akan diikuti oleh lebih dari 15.000 peserta dari seluruh dunia, dan akan diselenggarakan pada 9–14 September 2025 bertempat di Cibubur Camping Ground, Jakarta. Ini menjadi momentum besar bagi para pemuda muslim untuk bertemu, belajar, dan berkolaborasi dalam semangat kepanduan, keislaman, dan pengabdian.

Edukasi Bisnis Stand Expo Hingga Pengadaan Alat Komunikasi, FORBIS IKPM GONTOR Full Support Sukseskan Jambore Dunia 2025
Usaha Anggota21 Feb 2025

Suami Istri Pengusaha Alumni Gontor dibalik PT. Titra Pelangi Nusantara

PT. Titra Pelangi Nusantara, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengecatan dan renovasi bangunan, yang dimiliki oleh pasangan suami istri

Suami Istri Pengusaha Alumni Gontor dibalik PT. Titra Pelangi Nusantara
Kembali ke Blog