Selamat Jalan Akhy Pongky, Sosok Istimewa di Mata Kyai Syukri Pemberani dan Pejuang Kepentingan Umat

  • 16 April 2020
  • 1,413 view
Selamat Jalan Akhy Pongky, Sosok Istimewa di Mata Kyai Syukri Pemberani dan Pejuang Kepentingan Umat Foto bersama Pimpinan PM Gontor dan pengurus FORBIS PP IKPM Gontor

Kembali kita berduka. Salah satu alumni Gontor, anggota Forbis IKPM Gontor berpulang ke rahmatullah.

Namanya Pekik Tripurnawan. Biasa dipanggil Pongky. Alumni Gontor tahun 1996 asal Kotagede Yogyakarta.

Owner Narty Silver, bisnis kerajinan perak yang kerap dijadikan destinasi wisata belanja turis domestik dan mancanegara, Langganan tujuan rihlah iqtishodiyah Gontor dan UNIDA.

Saya sendiri awalnya tidak mengenal secara dekat dengan Pongki. Pertemuan pertama saya Ketika mengadakan silaturahim bersama rekan-rekan IKPM Jogja secara informal di rumah beliau untuk membahas pembentukan Forbis IKPM Wilayah Jogja.

Saya menyampaikan kepada peserta pertemuan bahwa Forbis IKPM ini adalah amanat pondok, amanat pak kyai, untuk digerakkan disetiap IKPM cabang.

Saat itu Pongki langsung menyahut : “jika ini amanat pondok, perintah pak kyai, maka saya yang akan paling depan mengawalnya, sami’na wa atho’na”. Dari sinilah kekaguman saya muncul.

Ternyata respon Pongky seperti itu tidak mengherankan. Sejak mondok di Gontor, Pongky sangat dekat dengan keluarga pimpinan pondok.

Pernah menjadi supir pak kyai Syukri dan keluarganya. Yang jelas, Pongky punya sisi istimewa di mata kyai.

Tidak perlu waktu lama untuk konsolidasi. Segera setelah pertemuan itu, Pongky dan rekan-rekan IKPM Yogyakarta sukses menggelar acara Pelantikan Pengurus Forbis IKPM Yogyakarta yang dihadiri ratusan anggota dan para mahasiswa. Acara digelar di Aula Universitas Ahmad Dahlan.

Dihadiri oleh Emha Ainun Najib dan para senior alumni gontor di sekitar Yogyakarta. Pongky juga menjadi penggagas terbentuknya Formagonta (forum mahasiswa gontor Yogyakarta), sebagai wadah resmi dibawah IKPM untuk media berkumpulnya para mahasiswa dari berbagai daerah yang sedang menempuh studi di Yogyakarta.

Ghirah Pongky untuk menggerakkan elemen ummat terus membara. Aktif di berbagai organisasi, diantaranya KOKAM Muhammadiyah dan KOMAS (Komunitas Masyarakat Santri), sebuah wadah bagi para alumni Pondok Modern dan alumni Pondok-Pondok Pesantren lainnya serta masyarakat simpatisan untuk berjuang mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengupayakan kesejahteraan sosial bagi ummat Islam Indonesia.

Pongki didaulat menjadi Ketua Komas Wilayah Yogyakarta di Organisasi yang digagas oleh Faiq Hafidh, Alumni Gontor 1977 dkk.

Pergaulan dan jaringan Pongky sangat luas. Dikenal sebagai sosok yang easy going, mudah bergaul dengan berbagai kalangan, dan pemberani. Tidak banyak alumni yang tipe pemberani ini.

Pongky bahkan sangat berani jika sudah menyangkut harga diri dan kehormatan serta pembelaan terhadap kepentingan ummat. Urat nyali nya sudah putus. Demikian ungkapan dari Baharuddin Harahap mengenang sosok almarhum.

Pongky pula yang membuka ide/wacana pengelolaan Mall secara islami. Bermula dari kedekatannya dengan owner dan management Ponorogo City Center (PCC), membuka kesempatan bagi Forbis dan Gontor untuk memanfaatkan PCC sebagai sarana pemasaran dan penjualan produk-produk alumni dan wali santri serta unit-unit usaha pondok serta pengelolaan Mall yang sesuai dengan nilai-nilai keislaman dan kepondokmoderanan.

Gagasan ini sempat didiskusikan dan disampaikan ke pimpinan pondok, walaupun akhirnya belum sempat direalisasikan.

Kini, sosok yang humble dan sederhana itu telah tiada. Pongky yang pemberani, harus menyerah setelah 1 tahun berjuang melawan penyakit yang dideritanya.

Saya dan rekan-rekan lainnya menjadi saksi akan kebaikan dan amal sholeh yang dijalani semasa hidupnya. Saat ini salah satu anak almarhum masih menempuh Pendidikan di Gontor.

Kami yakin, jiwa pemberani, penggerak, dan dermawan ini akan menitis pada Pongky Junior kelak. Semoga.

Gallery Kenangan FORBIS IKPM Bersama Ustadz Pongky

Ditulis oleh: Agus Maulana

Ketua Umum FORBIS PP IKPM Gontor, alumni Gontor tahun 1992 dan sebagai pemilik bisnis bengkel Agus Lio Ban di Subang