Muri Wibowo Generasi Kedua Mie Akup Bandung: Benahi Sistem dan Manajemen Perusahaan
Selasa, 27 Desember 2022 | 10.40 GMT+7
Agus Maulana
Tim Redaksi

FORBIS.ID-- Seorang pengusaha memulai bisnisnya bisa dengan berbagai keadaan. Ada yang memulainya dengan merintis sejak nol, memulai sesuatu yang baru sama sekali.
Ada juga yang memulainya dengan melanjutkan rintisan awal dari generasi sebelumnya atau orang tuanya. Kondisi awal ini pada hakekatnya sama saja.
Yang perlu diperhatikan adalah apakah prestasi yang ditorehkan oleh pengusaha tersebut dalam kurun waktu tertentu. Bagaimana pencapaiannya dalam membangun dan mengembangkan bisnisnya.


Muri Wibowo, alumi gontor tahun 2012 adalah generasi kedua Mie Akup 1987 Bandung. Berkat tangan dingin nya, mieakup menjadi salah satu Bisnis kuliner yang masih eksis dan terus berkembang ditengah serbuan kuliner merk luar negeri.
Outlet terbarunya ada di kawasan geger kalong bandung, persis di belakang kampus UPI. Tak heran setiap hari selalu dipenuhi para mahasiswa dan masyarakat umum.
Baca Juga: Explore Bandung: Menelusuri Paris Van Java Sambil Silaturahim ke Usaha Alumni Gontor Part 1
Selain harganya yang bersahabat, jaminan kualitas rasa serta penataan tempat juga menjadi alasan outletnya selalu ramai.
Menu nya selalu di update mengikuti perkembangan selera konsumen dengan tetap menjaga kualitas.
Stop Mie Instan, Saatnya Mie Beneran. Tagline yang diusung Mie Akup. Pelanggan diedukasi pentingnya memilih mie yang sehat, higienis dan halal.


Faktor halal ini menjadi sangat penting, karena mie yamin yang beredar di bandung ada yang halal dan non halal. Terlebih kuliner aneka mie ini lebih familier di kalangan etnis china. Sejak dulu, mie Akup memproduksi mie sendiri, sehingga terjamin kehalalan dan kualitasnya.
Ditangan Muri Wibowo, Mie Akup melakukan banyak pembenahan management pengelolaan bisnis. Mulai dari penataan model bisnis, pembenahan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang baku di seluruh outletnya, membangun team dan SDM, standarisasi outlet, branding dan marketing melalui media sosial dsb. Saat ditemui di Outletnya di kawasan UPI Geger Kalong, Muri Wibowo menceritakan bahwa dia sedang mengirim 3 orang karyawan level management untuk mengikuti pelatihan dari Coach Armala di Kuningan.
Hanya pebisnis yang punya visi besar saja yang berani mengirim staffnya ke pelatihan sekelas @armala. Seperti kita ketahui, Coach Armala adalah Master Productivity Spesialist, management business consultant. Wibowo yakin inilah investasi masa depan untuk perusahaannya.
Muri Wibowo sempat kuliah di Fakultas Kedokteran UII Jogjakarta. Semester 4 memutuskan untuk berhenti (cuti) demi meringankan beban ekonomi orangtuanya.
Baca Juga: Etika Bisnis Anggota FORBIS
Ayahnya yang sudah memproduksi mie sejak 1987 mengalami fase penurunan dalam bisnis. Sempat mengalami masa keemasan, hingga pada suatu saat bisnisnya berada pada level bawah.
Pengeloaan bisnisnya masih tradisional, tidak ada pencatatan yang rapih, hanya bertumpu pada kepercayaan pada seseorang, dan berbagai kelemahan lain yang berpotensi pada rapuhnya bisnis pada suatu saat.
Keterpanggilan untuk ikut membenahi bisnis orangtua yang sedang menurun, ditunjang oleh totalitas dan inovasi yang terus menerus, perlahan Mie Akup mulai tancap gas lagi.
Sistem kemitraan yang sudah terlanjur berjalan, dibiarkan. Muri wibowo fokus untuk membangun model bisnis yang lebih terkelola dengan baik. Satu per satu dibuka cabang sendiri. Sampai saat ini sudah ada 6 cabang mandiri dan sekitar 60-an kemitraan.
Baca Juga: Chickenpedia, Bisnis Kuliner Milik Anggota Forbis Dengan Varian Menu Ayam Yang Menggoyang Lidah
Muri Wibowo terus berlari. Selain membenahi management pengolaan bisnisnya, dia juga sedang menyusun konsep Central Kitchen.
Hal ini agar perkembangan outlet nya bisa dikelola dengan baik. Dengan sistem central kitchen maka standar kualitas bahan baku bisa lebih dijaga.
Seluruh kebutuhan cabang bisa disiapkan dari central kitchen, sehingga tidak ada perbedaan rasa dan kualitas dalam setiap sajian di seluruh cabang.
Saatnya Kuliner dengan Brand Lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri ditengah serbuan kuliner model franchise merk asing.
Untuk mewujudkan hal ini, perlu terus berbenah dalam berbagai aspek bisnisnya. Semoga suatu saat, Mie Akup 1987 kelak bisa seperti McDonald atau Burger King yang ada di setiap kota di Indonesia dan di manca negara.
Konten Terkait
Perkuat Sinergi Bisnis Alumni Gontor, Ketum FORBIS Pusat Hadiri Kopdar Bandung Raya & Soft Opening Inspira Cafe
Ketua Umum FORBIS Pusat hadiri Kopdar Bandung Raya dan meresmikan Inspira Cafe. Tempat ini disiapkan sebagai hub sinergi bisnis bagi alumni Gontor

Ekspansi Perluas Pasar Timur Tengah, Surabraja (PT SBCR) Siap Unjuk Gigi di Pameran CaféX & Hotelier 2026 Mesir
Surabraja pamerkan saus & sirup halal unggulan di CaféX & Hotelier 2026 Kairo. Ekspansi pasar HORECA Timur Tengah dan global bersama Forbis Gontor.

Kisah Santri Pendiri Startup HR Global, Epployee: Perjalan Sehingga Menjadi Runner up NextDev by Telkomsel incubator
Kisah inspiratif Bukhori Mardius membangun Epployee, startup HRIS berbasis AI kelas global tanpa modal yang sukses bersinar di The NextDev Telkomsel.

Edukasi Bisnis Stand Expo Hingga Pengadaan Alat Komunikasi, FORBIS IKPM GONTOR Full Support Sukseskan Jambore Dunia 2025
Jakarta, 27 Juli 2025 — Forum Bisnis (FORBIS) IKPM Gontor terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kegiatan strategis berskala global yang mempererat ukhuwah Islamiyah dan semangat kebersamaan antar generasi muda. Hal ini ditandai dengan pertemuan resmi antara jajaran panitia World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) dengan Sekretaris Jenderal FORBIS, David Rusdianto, yang digelar di Kantor Majalah Gontor, Sekretariat Panitia Jambore Dunia. Dalam pertemuan tersebut hadir empat Ketua Panitia Jambore: Kak Aditya Warman, Kak Akrimul Hakim, Kak Zakianto, dan Kak Reza Azhari, serta Kak Yoga Yusuf selaku penanggung jawab Expo Jambore. Turut mendampingi pula perwakilan dari pengurus FORBIS dan tim panitia Jambore Dunia, yaitu Kak Fauzi Iriyanto dan Kak Fajar Shodiq. Jambore Dunia 2025 yang bertajuk World Muslim Scout Jamboree ini rencananya akan diikuti oleh lebih dari 15.000 peserta dari seluruh dunia, dan akan diselenggarakan pada 9–14 September 2025 bertempat di Cibubur Camping Ground, Jakarta. Ini menjadi momentum besar bagi para pemuda muslim untuk bertemu, belajar, dan berkolaborasi dalam semangat kepanduan, keislaman, dan pengabdian.

Irwan Budi, Lulus Gontor Dididik Keras Ayah Ngontel di Jalanan Kini Jadi Pengusaha Rintis Pesantren Tahfidz Preneur Sragen
Dari sepeda ontel hingga membangun pesantren tahfidz dan kewirausahaan, Irwan Budi membuktikan bahwa karakter tangguh lahir dari keterbatasan dan perjuangan.

