PONOROGO — Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) tidak hanya menjadi momentum refleksi sejarah pendidikan Islam di Indonesia. Lebih dari itu, perhelatan ini menjadi panggung pembuktian nyata bahwa lulusan pesantren memiliki daya saing yang tinggi di sektor ekonomi dan industri riil.
Melalui ajang FORBIS National Economic Summit & Expo 2026, kemandirian tersebut dipamerkan secara terbuka. Sebanyak 76 pelaku bisnis yang merupakan alumni Gontor tampil menghadirkan ragam produk unggulan dan ekosistem bisnis mereka.
Ketua Umum Forum Bisnis (FORBIS) IKPM Gontor, H. Agus Maulana, menegaskan bahwa pameran ini secara khusus dirancang untuk memperlihatkan wajah lain dari hasil didikan pesantren. Menurutnya, kiprah alumni Gontor tidak hanya terbatas di mimbar dakwah atau ruang kelas, melainkan telah merambah luas dan sukses membangun imperium bisnis di berbagai sektor.
“Dalam semarak peringatan 100 tahun Gontor ini, kami ingin menghadirkan salah satu bukti nyata dari gemblengan pesantren. Lulusan Gontor tidak hanya pandai mengajar, tetapi banyak dari mereka yang kini telah menjelma menjadi pengusaha tangguh dan sukses,” ujar Agus Maulana pada Sabtu (20/6/2026).

Etalase Keberagaman Sektor Industri Alumni
Kehadiran 76 pengusaha alumni Gontor dalam pameran ini bagaikan sebuah etalase bisnis berskala nasional. Sektor yang digeluti pun sangat bervariasi, membentang dari industri kuliner (F&B), fashion, optik, manufaktur, hingga otomotif. Hal ini menjadi indikator kuat bahwa kurikulum dan pembentukan karakter di Gontor berhasil melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang sangat adaptif terhadap perkembangan ekonomi zaman.
Namun, ada satu nilai distingtif yang membedakan pengusaha alumni Gontor dengan pebisnis pada umumnya. Agus mengungkapkan, kesuksesan finansial tidak lantas membuat para alumni ini melupakan akar pendidikannya.
“Alumni pesantren yang sukses di dunia bisnis nyatanya tetap memegang teguh identitasnya. Banyak dari mereka yang masih aktif mengajar, menjadi pimpinan pondok, pengurus yayasan, bahkan bertindak sebagai wakif yang menyokong penuh lembaga-lembaga pendidikan di daerahnya,” paparnya.

Sukses Berbisnis Sebagai Wujud Pengabdian
Bagi para pengusaha alumni ini, pencapaian materi bukanlah akhir dari segalanya. Nilai fundamental khairunnas anfa’uhum linnas (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain) yang ditanamkan sejak berstatus santri terus menjadi napas pergerakan mereka. Oleh karena itu, kesuksesan di sektor ekonomi selalu dipandang sebagai instrumen pengabdian dan pemberdayaan umat, bukan sekadar untuk memperkaya diri sendiri.
Melalui FORBIS National Economic Summit & Expo 2026, Gontor sekali lagi membuktikan kontribusi besarnya bagi bangsa. Pesantren tidak hanya menjadi kawah candradimuka bagi tokoh agama, tetapi juga sukses mencetak roda penggerak ekonomi umat.
“Ajang ini adalah bukti konkret bahwa pesantren mampu melahirkan manusia-manusia unggul dan paripurna; tangguh di bidang ekonomi, dedikatif di dunia pendidikan, dan gigih dalam berdakwah,” tutup Agus Maulana.









