Kabar ~Husain Sanusi

FORBIS National Economic Summit 2026 Catat Transaksi Rp10,5 Miliar

FORBIS National Economic Summit 2026 Catat Transaksi Rp10,5 Miliar pengguntingan pita oleh bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, dalam rangka pembukaan FORBIS National Economic Summit and Expo 2026

​PONOROGO – Gelaran FORBIS National Economic Summit and Expo 2026 sukses mencatatkan nilai transaksi yang fantastis.

Event yang berlangsung selama tiga hari, 19–21 Juni 2026, di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Ponorogo, Jawa Timur ini berhasil membukukan total transaksi mencapai Rp10,5 miliar.

​Capaian tersebut berasal dari penjualan langsung (direct selling) 70 peserta expo dari berbagai varian jenis usaha, serta transaksi formal dalam bentuk kesepakatan kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) sebagai tindak lanjut dari perhelatan ini.

​Dalam event ini, Forum Bisnis Ikatan Keluarga Pondok Modern (FORBIS IKPM) Gontor memfasilitasi penandatanganan 11 MoU strategis, di antaranya:

 1.⁠ ⁠​FORBIS IKPM Gontor dengan UNIDA Gontor.
 2.⁠ ⁠​FORBIS IKPM Gontor dengan UIN Raden Mas Said Surakarta.
 3.⁠ ⁠​FORMAQIN dengan UNIDA Gontor.
 4.⁠ ⁠​Agus Lio Ban dengan FKPM Banten.
 5.⁠ ⁠​Agus Lio Ban dengan PP Darunnajah.
 6.⁠ ⁠Surabraja dengan PT Mumtaz El-Hakim Perkasa.
 7.⁠ ⁠​Surabraja dengan PM Tazakka.
 8.⁠ ⁠​FORBIS IKPM Gontor dengan FORMAQIN.
 9.⁠ ⁠​Surabraja dengan PT Lautan Surga Group.
10.⁠ ⁠​FORBIS IKPM Gontor dengan Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG).
11.⁠ ⁠​FORMAQIN dengan Naumi Calma.

​Catatan impresif ini menjadi aksi kedua FORBIS di PMDG dengan angka yang signifikan.

Pada tahun lalu, FORBIS juga sukses menggalang komitmen dana wakaf dari para alumni sekitar Rp7 miliar dalam satu malam melalui acara gala dinner peletakan batu pertama New BPPM.

Saat ini, gedung tersebut telah berdiri dan digunakan oleh santri, alumni, serta masyarakat umum dalam rangkaian Peringatan 100 Tahun Gontor.

​Misi Kemandirian Ekonomi Pesantren

Ketua Panitia Peringatan 100 tahun Gontor yang juga ​Rektor UNIDA Gontor, Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil., dalam pembukaan Sarasehan Nasional Kyai dan Muballigh Alumni Gontor mengapresiasi kiprah para pengusaha ini.

Menurutnya, langkah ini menjadi bukti ketaatan para alumni Gontor terhadap nilai-nilai pondok.

​”Meskipun alumni Gontor menjadi pebisnis, mereka juga mendirikan pesantren-pesantren. Ini merupakan ketaatan terhadap pesan KH. Imam Zarkasyi, bahwa di manapun kalian berada dan apapun profesinya jangan lupakan mengajar, ” Kata Prof. Hamid.

​Sejak didirikan pada peringatan 90 tahun Gontor tahun 2016 silam, manfaat jaringan bisnis FORBIS kini semakin meluas, baik bagi pondok maupun komunitas wirausaha alumni.

Di bawah kepemimpinan Ketua Umum H. Agus Maulana selama tiga periode, business networking FORBIS diharapkan mampu terus melebarkan sayap guna membangun ekosistem bisnis dari dan untuk kesejahteraan umat.

​FORBIS bercita-cita membangun basis ekonomi berjamaah yang profesional di lingkungan pesantren melalui pendampingan dan pendirian unit-unit usaha demi mewujudkan kemandirian ekonomi.

​”Kami bersyukur pada peringatan 100 tahun Gontor ini, peran FORBIS mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Meski demikian, pekerjaan kami ke depan masih banyak. Ini baru awal dari sebuah permulaan. Optimalisasi lahan wakaf dengan membangun ekosistem ekonomi berjamaah masih menjadi PR kami selanjutnya,” kata Agus Maulana.

​Munculnya Pengusaha Muda Gen-Z

​Hal lain yang menggembirakan dari ajang National Economic Summit and Expo tahun ini adalah tingginya antusiasme para pengusaha muda dari generasi Gen-Z kalangan alumni Gontor.

​Kehadiran para pengusaha muda ini dinilai menjadi angin segar bagi keberlanjutan organisasi.

Mereka menjadi kader penerus perjuangan yang memandang bisnis bukan sekadar sarana menumpuk materi, melainkan sebagai instrumen perjuangan umat Li i’lai Kalimatillah (menegakkan kalimat Allah).