Memahami Esensi Ukhuwah Islamiyah: Fondasi Kekuatan Pondok Modern Darussalam Gontor

Memahami Esensi Ukhuwah Islamiyah: Fondasi Kekuatan Pondok Modern Darussalam Gontor

Forbis.id – Pondok Modern Darussalam Gontor, sebuah lembaga pendidikan yang konsisten menjunjung lima prinsip utama dalam kehidupan pesantren yang kemudian disebut sebagai Panca Jiwa . 

Salah satu poin yang sangat fundamental adalah Ukhuwah Islamiyah. Dalam konteks kehidupan di pondok pesantren, Ukhuwah Islamiyah menjadi pondasi kuat yang mendorong harmoni dan kebersamaan di antara penghuni.

Ukhuwah Islamiyah, atau persaudaraan Islam, tidak hanya diwujudkan dalam retorika semata. Ia adalah praktek nyata yang diajarkan dan diterapkan dalam setiap aspek kehidupan di Pondok Modern Darussalam Gontor.

 Sebagaimana firman Allah dalam Alqur’an (Al-Hujurat: 10) yang menganjurkan untuk menjaga persaudaraan di antara sesama Muslim, pesantren juga menegaskan pentingnya memelihara hubungan yang baik di antara sesama penghuninya.

iklan google

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ ࣖ

Artinya : 

Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat” (QS : Al-Hujurat: 10)

Salah satu wujud nyata dari pendidikan Ukhuwah Islamiyah di Gontor adalah penerapan sistem disiplin yang mengharuskan penggunaan bahasa Arab dan Inggris. 

Hal ini bukan hanya sekadar strategi linguistik, tapi lebih dari itu, hal ini memungkinkan para santri untuk berkomunikasi dengan sesama umat Muslim dari berbagai belahan dunia. 

Dengan demikian, mereka dapat saling memahami dan menghindari keterbatasan dalam berinteraksi akibat pembatasan bahasa atau kebiasaan regional.

Selain itu, rotasi kamar setiap semester dan asrama setiap tahunnya juga menjadi salah satu upaya yang signifikan dalam memperkuat Ukhuwah Islamiyah. Dengan perpindahan ini, para santri memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan beragam teman dari latar belakang yang berbeda, memperkaya pemahaman mereka tentang keberagaman budaya dan tradisi. Kelompok-kelompok tertentu, seperti kelompok muhadloroh atau kelompok pramuka, juga menjadi wahana yang mempererat hubungan antar-santri.

Ukhuwah Islamiyah yang kuat tidak hanya berdampak pada hubungan antar-santri, tetapi juga memengaruhi hubungan antara guru dan santri, serta antara Kyai dengan seluruh komunitas. Kebersamaan yang terjalin di dalam atmosfer yang positif membawa berkah dalam setiap aktivitas yang dilakukan.

Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Al-Ustadz KH. Hasan Abdullah Sahal, pernah menekankan bahwa kemajuan yang diraih oleh pondok ini tak lepas dari kontribusi Ukhuwah Islamiyah yang solid dan kebersamaan yang erat di antara penghuninya. 

Hal ini menjadi bukti bahwa kesuksesan pondok bukan semata karena individu tertentu, melainkan karena semangat keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, kejujuran, kebersamaan, dan pengorbanan yang melandasi setiap langkah yang diambil.

Dengan terus memperkuat nilai-nilai Ukhuwah Islamiyah, Pondok Modern Darussalam Gontor tidak hanya mencetak generasi yang berkualitas dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadikan mereka agen perubahan yang mampu memperkuat persatuan dan kesatuan umat Islam di tengah-tengah masyarakat.