Cafe Futago, Teh Wulan dan FORBIS Cianjur

Cafe Futago, Teh Wulan dan FORBIS Cianjur

FORBIS.ID– Letaknya tidak jauh dari Istana Kepresidenan Cipanas. Café Futago milik Wulan, Alumni Mantingan 2008 ini selalu ramai.

Anak-anak muda menghabiskan waktu dengan diskusi, sekedar ngobrol santai atau menjamu rekan dari luar kota. Sambil menikmati sajian Kopi Gunung Gede Asli Cianjur yang bisa disajikan dengan V60 atau tubruk. Udara dingin kota wisata ini semakin menambah keasikan bercengkrama.

Disinilah rekan-rekan Forbis dan IKPM Cianjur sering tajamuk atau kumpul-kumpul. Teh Wulan selalu hangat menyapa. Suaminya yang lulusan Al Azhar Mesir juga aktif di OPOP Cianjur.

Mereka merasa senang tempatnya menjadi meeting point, tempat bersemainya ide dan gagasan tentang kolaborasi dan sinergi bisnis antar alumni.

Rahmat Ramdan atau yang akrab dipanggil Boim, ketua Forbis Cianjur yang baru dilantik, mengajak saya menyambangi Café tersebut untuk tajamuk Bersama ketua IKPM Cianjur dan rekan-rekan lainnya.

Hadir pula Kholiq Elmans, ketua IKPM Bandung, yang hadir selepas acara khotmil quran di pondok tahfidz Al Quds. Saya hadir menyemangati rekan-rekan sekaligus memberikan arahan-arahan serta sharing pengalaman bisnis.

Untuk tahap awal, Forbis Cianjur harus membuat database alumni yang bergerak di bidang usaha. Database ini dibuat sedemikian rupa sehingga bisa memotret kondisi dan skala usahanya.

Bagaimana kita bisa mendapatkan database ini? Kuncinya silaturahim. Para pengurus Forbis harus rajin silaturahim, menyambangi satu per satu para alumni yang bergerak di bidang usaha. Membangun komunikasi, menyampaikan visi misi organisasi, menghadirkan feel of group.

Dari database tersebut, kita bisa melakukan mapping atau pemetaan. Akan terlihat potensi-potensi yang ada, bagaimana kondisi dan skala usaha yang ada, supply and demand, kelemahan dan kekurangan yang perlu disupport dengan bimbingan dan pendampingan, serta berbagai informasi berharga lainnya.

Dan yang terpenting, terbangunnya komunikasi yang lebih intensif, tumbuh adanya trust atau kepercayaan dan harapan yang sama.

Barulah setelah itu kita bisa bicara tentang kemungkinan sinergi, kolaborasi, saling mendukung dan menguatkan. Banyak format dan skema yang bisa dilakukan untuk mewujudkannya dalam tataran teknis operasional. Semua itu harus dilakukan secara professional dan Amanah.

Ditulis oleh: Agus Maulana
Ketua Umum FORBIS PP IKPM Gontor, alumni Gontor tahun 1992 dan sebagai pemilik bisnis bengkel Agus Lio Ban di Subang