Dua kali GAGAL ujian CPNS, alumni Gontor 1996, mendirikan PT. DMX dengan perputaran omset hingga 15M /tahun

Dua kali GAGAL ujian CPNS, alumni Gontor 1996, mendirikan PT. DMX dengan perputaran omset hingga 15M /tahun

Terlahir dari keluarga yang sangat disiplin, ust. Ahmad Faisal, anak Betawi yang lulus KMI di tahun 1996, bertekad untuk membanggakan keluarga dengan cita cita mulia yaitu “ngebulin dapur banyak orang” begitu istilah yg beliau sampaikan dengan optimisme seorang Betawi. Seusai pengabdian di tahun 1997, beliau meneruskan studi di Jogjakarta hingga lulus sarjana di 2003.

Mengawali karir sebagai kurir antar tiket pesawat di maskapai Bouraq Airlines selama 2 tahun lalu berhenti dan mencoba mengikuti 2x ujian CPNS, dengan hasil ujian gagal. Kegagalan tidak mengecilkan semangat beliau untuk tetap bergerak mewujudkan impian.

Di tahun 2005 beliau bekerja di Pandu Siwi Sentosa sebagai marketing. Totalitas dan loyalitas dalam bekerja menghantarkan ayah tiga anak ini ke jenjang karir yang menjadi impian para sales marketing. Tentu saja dengan proses anak tangga yang tidak mudah. Menjadi supervisor Sales hingga Nasional Sales Manager, posisi tertinggi yg ada di perusahaan tersebut.

Ust. Ahmad Faisal  sangat mengagumi alm K.H Syukri Zarkasyi, belajar tentang ketulusan, dan menjadi orang yg visioner menjadi pemicu beliau untuk berbuat lebih banyak lagi.

Maping atau pemetaan kota Jakarta dan menaklukan tanah kelahirannya, hingga maping network di Indonesia dan  memiliki network di seluruh Nusantara. Di tahun tahun  2012 beliau memantapkan hati untuk merintis usaha sendiri dan lahirlah PT. Dwikarya Mandiri Ekspressindo di pertengahan tahun 2013 dikenal sebagai DMX Cargo.

FORBIS

DMX Cargo adalah salah satu perusahaan cargo jasa pengiriman mencakup 3 moda: cargo darat, cargo laut dan cargo udara, dengan spesialisasi pada layanan POSM atau Point Of Sales Material serta kirim barang lainnya atau general cargo.

Mental pria kelahiran Agustus 1976 ini, terbentuk oleh seorang ayah yang taat pada Allah, Bapak H. Bahruddin Ali dan sosok ibu yang lembut almarhumah ibu Hj Asiah. Keduanya motivator dan supporter yang pantang menyerah. Anak ke empat dari enam bersaudara ini mendirikan perusahaan cargo dengan modal Man Jadda wajada dan niat tulus menjadi “khoirunnaas anfa’uhum linnaas”.

Ust Ahmad Faisal Pernah menjabat sebagai angkulat di pondok modern Gontor, dan begitu melekat semua didikan Gontor pada dirinya, semua petuah dan nasehat para kyai dan guru adalah modal hidup yang sampai saat ini masih beliau pegang erat. Di tengah kesibukan mengatur perusahaan yang memiliki omset hingga 15M/tahun. Beliau tetap bermuamalah sebagai pribadi yang supel dan ramah tidak melupakan orang orang sekitar kelahirannya, terbukti dengan kiprah beliau sebagai ketua RW 03 kelurahan Cakung juga beliau dipercaya sebagai anggota DKM mesjid Miftahul Jannah.

“Ngebulin dapur banyak orang” begitulah cita cita ust Ahmad Faisal yang memiliki prinsip: kesejahteraan karyawan adalah kesuksesan perusahaan, membayar upah pekerja sebelum keringatnya kering. (Hadist Ibnu Majah 2434)

Pesan ust Ahmad Faisal kepada kawan kawan forbis atau alumni Gontor khususnya dan umumnya pada kaum muslimin: “Usaha itu perlu ketulusan dan harus visioner. Fokus dan jangan beralih atau menambah usaha lain sebelum sukses di satu bidang. Bersabarlah dalam berproses. Ujian hidup jadikan tantangan. Ujian adalah proses pendewasaan dan penguatan karna Allah mau kita belajar dari setiap kejadian tersebut. Di tengah hiruk pikuk persaingan bisnis, jangan khawatir karna Allah sudah atur rejeki kita.

Ditulis oleh: Yuliana Mustofa

Alumni Gontor Putri tahun 1998, berdomisili di Bandung, aktif menjadi anggota FORBIS semenjak tahun 2018, owner Bandung Mumtaz Olshop dan Bimbel Bandung Mumtaz