FORBIS Gandeng YAKAAFI Kembangkan Kapasitas Produksi Unit Usaha Konveksi di Padalarang

FORBIS Gandeng YAKAAFI Kembangkan Kapasitas Produksi Unit Usaha Konveksi di Padalarang pengembangan unit produksi milik Asep Muhdor dibawah bendera PT Alendors Global Production (AGP) yang berlokasi di Padalarang Bandung Barat.

FORBIS– Siapa bilang antar alumni tidak bisa bersinergi. Siapa bilang kerjasama antar alumni selalu berakhir tragis. Stigma semacam itu perlu diluruskan. Jangan sampai menjadi sebuah pembenaran, sehingga kerjasama sesama muslim yg seharusnya menjadi sarana taawun, saling menguatkan dan ibadah, akhirnya justru dihindari.

Untuk menepis stigma negatif tersebut, Forum Bisnis IKPM Gontor menggandeng Yakaafi (Yayasan Amal Wakaf Indonesia) melakukan program #Dukung Usaha Alumni melalui skema pengembangan usaha yg sudah berjalan.

Project pertama adalah pengembangan unit produksi milik Asep Muhdor dibawah bendera PT Alendors Global Production (AGP) yang berlokasi di Padalarang Bandung Barat. Untuk menambah kapasitas produksi, Yakaafi mensupport pembelian mesin konveksi, sehingga kapasitas produksi per bulan bisa mencapai 45 ribu pcs.

Asep Muhdor adalah anggota Forbis Bandung yang sudah menggeluti usaha produksi sejak 2009. Total karyawan saat ini berjumlah 265 orang. Komitmen yang kuat dalam menjaga kepercayaan dan kualitas pekerjaan, membuat Asep Muhdor mendapat order pekerjaan dari berbagai merk ternama. Sebut saja seperti Livehaf, Whatchout, Elzatta dan belasan merk lainnya.

Yakaafi dan Forbis melakukan serangkaian analisa awal dalam penilaian usaha sebelum dilakukan kerjasama. Meliputi aspek personality dan performa bisnis. Aspek personality sangat penting untuk memastikan bahwa pihak yang akan bekerjasama adalah pribadi yang amanah, punya komitmen dan tanggungjawab, mempunyai track record yang baik melalui penelusuran di kalangan ikpm maupun marhalah, serta penilaian kepribadian lainnya. Personal Guarantee dari pihak yang akan melakukan kerjasama.

Berikutnya adalah analisa performa bisnis. Hal ini meliputi aspek-aspek yang menunjukkan bahwa bisnis yang akan dijadikan dasar kerjasama tersebut mempunyai potensi dan peluang yang bagus, profitabilitas yang bisa diukur, analisa dan manejemen resiko, serta bukti-bukti laporan keuangan yang transparan dan valid. Disinilah seorang pebisnis perlu mempunyai catatan dan laporan keuangan yang rapih agar bisa menunjukkan kinerja usahanya dan meyakinkan pihak lain bahwa bisnisnya dikelola dengan baik.

Setelah persyaratan yang dibutuhkan bisa dilengkapi dan terpenuhi unsur-unsurnya, baru kemudian dibuatkan perjanjian kerjasama atau MoU nya. Ini sangat penting untuk menjadi pegangan dan rujukan bersama jika terjadi hal-hal yang tidak sesuai harapan, penyelesaian konflik serta panduan dalam kerjasama di lapangan.

Dari pengalaman yang ada, kerjasama antar alumni dilakukan tanpa proses dan verifikasi yang detail dan ketat. Hanya bermodalkan pada semangat untuk bekerjasama. Bahkan dalam beberapa kasus, hanya karena pertemanan, sesama alumni, sesama marhalah atau daerah. Akibatnya, ketika ada hal-hal yang tidak sesuai harapan, baik itu menyangkut personal karakter pihak-pihak yang bekerjasama maupun terkait managemen pengelolaan usaha, para pihak tidak siap dan saling menyalahkan.

Bisnis adalah sesuatu yang dinamis, terukur tapi juga mempunyai resiko-resiko yang bisa terjadi dalam operasional pelaksanannya. Kemungkinannya hanya dua : berhasil atau gagal. Maka para pihak yang bekerjasama harus mempunyai kesadaran dan komitment yang kuat terkait hal ini agar bisa meminimalisir resiko serta memperbesar peluang dan potensi keberhasilannya.

Asep Muhdor juga berkomitmen untuk mensupport program Gerakan Nasional Wakaf Karyawan (GNWK) yang digagas oleh www.yakaafi.com Yakni sebuah gerakan yang mengajak para karyawan yang ada di lingkungan perusahaan kita untuk berawakaf tunai secara rutin setiap bulan. Dana wakaf yang dikumpulkan dan dikoordinir oleh owner perusahaan tersebut, disetorkan ke Yakaafi dan dicatatkan, kemudian dijadikan dana wakaf produktif yang disalurkan untuk pembiayaan kegiatan-kegiatan usaha produktif. Hasil dari usaha produktif tersebut disalurkan untuk membantu pesantren-pesantren rintisan, baik untuk kegiatan operasional pesantren seperti beras makan santri maupun pembelian semen untuk membangun infastruktur pesantren. “ Ini program yang luar biasa bagus, melatih dan mengajak untuk berbagi demi investasi akhirat yang secara tidak langsung akan melahirkan keberkahan buat bersama”.

Ketua Umum Forbis IKPM Gontor, H Agus Maulana, mengajak para alumni untuk bergandengan tangan, bersinergi dan berkolaborasi sesama, dengan menerapkan prinsip-prinsip bisnis yang profesional dan amanah. Dengan sinergi dan kolaborasi, kapasitas bisnis akan semakin cepat diupgrade dan dilakukan scale up. Wawasan dan pergaulan bisnis juga akan semakin meluas. Sehingga akan lahir pengusaha-pengusaha besar dari kalangan santri yang dimulai dari skala kecil.

Ditulis oleh: Agus Maulana
Ketua Umum FORBIS PP IKPM Gontor, alumni Gontor tahun 1992 dan sebagai pemilik bisnis bengkel Agus Lio Ban di Subang